Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Megawati Tinggalkan Kesepakatan Demi Jokowi, Kini Prabowo Jadi Sorotan

        Dulu Megawati Tinggalkan Kesepakatan Demi Jokowi, Kini Prabowo Jadi Sorotan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai Presiden Prabowo Subianto tidak menepati kesepakatan politik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) apabila isu mengenai durasi jabatan dua tahun tersebut benar adanya.

        Dalam isu yang beredar, Prabowo disebut berjanji kepada Jokowi hanya akan menjabat sebagai presiden selama dua tahun dan selanjutnya posisinya akan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Namun hingga saat ini, setelah genap dua tahun masa pemerintahan berjalan, Prabowo masih menjabat sebagai presiden. Di sisi lain, sejumlah partai politik anggota koalisi pemerintah juga telah mendeklarasikannya sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029.

        "Konon urban legend bahwa ada deal antara Prabowo dan Jokowi nanti Prabowo hanya 2 tahun which is Oktober ini itu ditaati oleh Prabowo, kan enggak, ternyata kan Prabowo malah sudah berencana tahun 2029 bahkan sudah menggalang kan," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (21/10).

        "Itu kan deal orang yang lagi ada maunya waktu itu ya ini aku pengen jadi presiden enggak apa-apa lah, oke," lanjutnya.

        Lukas kemudian mengungkit Perjanjian Batu Tulis antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang ditandatangani pada 16 Mei 2009.

        Dalam kesepakatan politik tersebut, Megawati disebut akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Namun, pada akhirnya PDIP justru mengusung Jokowi yang kemudian berhasil memenangkan pemilihan dan mengalahkan Prabowo.

        "Kan banyak deal kayak gitu batu tulis antara Megawati dengan Prabowo juga deal politik itu seperti janji surga enggak pernah akan diwujudkan," tandasnya.

        Sebagai informasi, isu mengenai adanya kesepakatan politik tersebut pertama kali diungkap ke publik oleh pengamat militer dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie.

        Baca Juga: Dulu Sebut Anak Tak Tertarik Politik, Pernyataan Jokowi Ini Kembali Jadi Perbincangan

        Connie mengaku memperoleh informasi itu dari mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani. Menurut Connie, Rosan pernah menyampaikan bahwa apabila Prabowo memenangkan Pilpres, ia hanya akan menjabat sebagai presiden selama dua tahun, sementara sisa masa jabatannya akan dilanjutkan oleh Gibran.

        Namun, Rosan membantah keras klaim tersebut. Ia mengatakan justru Connie yang lebih dulu mengangkat spekulasi mengenai kemungkinan Prabowo tidak menyelesaikan masa jabatannya secara penuh, termasuk dengan menyinggung isu kesehatan Prabowo dalam pertemuan mereka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: