Kredit Foto: Ist
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela keputusannya melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Rusia. Langkah itu diambil untuk menjaga Moskow tetap terlibat dalam perundingan damai dengan Ukraina.
Namun, Trump juga melontarkan kritik kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang dituduh tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri perang.
Dilansir Al Jazeera (17/10/2026), Trump menyampaikan pembelaannya melalui platform Truth Social pada Minggu. Ia menegaskan, pelonggaran sanksi diperlukan agar Rusia tidak meninggalkan meja perundingan.
“Keputusan saya mengenai Rusia sangat sederhana. Saya sedang dalam proses menegosiasikan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan apa pun yang akan, secara bodoh, membuat Rusia menjauh dari meja perundingan,” tulis Trump.
Keputusan Trump memicu kritik karena Rusia masih melanjutkan perang melawan Ukraina. Pelonggaran sanksi dikhawatirkan memberikan ruang ekonomi lebih besar bagi Moskow untuk membiayai operasi militernya.
Zelenskyy secara terbuka menentang kebijakan tersebut. Dalam wawancara dengan program Meet the Press di NBC pada Minggu, ia menegaskan Rusia merupakan pihak yang melakukan agresi terhadap Ukraina.
“Kita tidak bisa membandingkan saya dan Putin. Dia adalah seorang agresor. Dia menduduki kita. Dia membunuh orang dewasa dan anak-anak, tentaranya. Dia adalah seorang teroris, dan itulah mengapa saya berharap Presiden Trump akan sangat jelas dengan posisi ini,” kata Zelenskyy.
Trump juga menuding Zelenskyy tidak ingin mengakhiri perang. Ia menyoroti serangan Ukraina terhadap kilang diesel di Rusia yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi pasar bahan bakar dunia.
“Zelenskyy tidak peduli, dan sejujurnya, dengan semua uang yang diberikan Eropa kepadanya… dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah menginginkannya,” tulis Trump.
Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan ketegangan antara Washington dan Kyiv mengenai strategi mengakhiri perang. Trump ingin menjaga Rusia tetap berada di meja perundingan, sedangkan Ukraina menilai tekanan terhadap Moskow perlu dipertahankan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: