Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dengan target menguji level resistance 5.400–5.490. Sentimen positif dari bursa Wall Street dan kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyoroti penguatan indeks-indeks utama Wall Street pada Rabu (21/10/2026). Kenaikan tersebut didorong musim publikasi laporan keuangan kuartal III-2026 (earning season), yang menjadi perhatian investor dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan.
Dari dalam negeri, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21 Oktober 2026. Namun, BI menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% dan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan untuk memperkuat likuiditas rupiah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung ketersediaan likuiditas di sektor perbankan.
Di pasar global, harga minyak mentah Brent menguat ke level US$108 per barel. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik kurang dari 1 basis poin ke level 5,123%.
Harga emas spot juga ditutup menguat 0,3% ke level US$4.136 per troy ounce pada Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, tapi Ancaman Yield Obligasi dan MSCI Masih Membayangi
Baca Juga: OJK-BEI Temui Investor Usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas
Pergerakan harga komoditas dan imbal hasil obligasi AS masih perlu dicermati karena dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar saham.
Seiring peluang rebound IHSG, Phintraco Sekuritas memasukkan enam saham ke dalam daftar pilihan (top picks) untuk perdagangan hari ini, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Erajaya Swasembada Tbk (DOOH), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
Meski peluang penguatan terbuka, investor tetap perlu mencermati perkembangan pasar global dan kebijakan moneter. Pertimbangan terhadap fundamental, valuasi, likuiditas saham, serta profil risiko juga penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: