Kredit Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso
Pertumbuhan ekonomi nasional dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 ditargetkan mencapai 6%. Untuk mengejar target tersebut pemerintah akan mengandalkan investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Noor Faisal Achmad, mengatakan strategi tersebut ditempuh untuk membawa perekonomian Indonesia keluar dari tren pertumbuhan yang selama ini bertahan di kisaran 5%.
"Jadi memang ketika kita mendesain (APBN) yang pasti investasi akan menjadi prime movernya di sini," kata dia dikutip dalam sebuah podcast 'Broadcash' yang tayang di akun YouTube Bisniscom, Kamis (22/10/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan mendorong peran Danantara dan sektor swasta untuk memperbesar investasi. Ini menjadi bagian dari strategi mengejar pertumbuhan investasi hingga 7%, sekaligus memperkuat kontribusi investasi terhadap perekonomian nasional.
Di luar dari itu, lanjut dia, pemerintah juga akan menyelesaikan hambatan usaha, termasuk persoalan perizinan yang dapat menghambat realisasi investasi. Pemerintah juga menempatkan hilirisasi sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi.
"Ini memang yang kita dorong untuk diselesaikan gitu," ucap dia.
Noor menegaskan, APBN akan dioptimalkan untuk mendukung agenda pertumbuhan tersebut. Namun, pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya penggerak ekonomi sehingga ruang bagi sektor swasta untuk berkembang tetap diperlukan.
“Dorongan utama akan di investasi. Pemerintah memberikan ruang kebijakan untuk mendorong hal ini, terutama memang mengapa hilirisasi dan lain-lain menjadi dorongan kita,” katanya.
Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Airlangga Bidik Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi
Baca Juga: Kemenkeu Pangkas 30 Persen Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian dan Lembaga
Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga efektivitas belanja negara agar anggaran yang tersedia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara optimal. APBN juga tetap diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, sehingga upaya mendorong investasi berjalan beriringan dengan konsumsi domestik.
"APBN memberikan ruang untuk menumbuhkan investasi tetapi juga tetap menjaga dari sisi belanja pemerintah dan daya beli masyarakat," kata dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra