Rupiah Loyo ke Rp18.060 per Dolar AS Usai Fitch Rilis Proyeksi Ekonomi RI
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Mata uang Garuda terparkir Rp18.060 per dolar AS, atau melemah 38 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp18.022.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pelemahan ini terjadi usai lembaga pemeringkat Fitch Ratings memandang bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka menengah kuat, namun akan tetap di bawah target pemerintah, yakni 8%.
Pada 2027, pemerintah mulai menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% atau cukup lebih tinggi dari target tahun ini yaitu 5,4%. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap di bawah target pemerintah tersebut.
"Fitch juga menggarisbawahi risiko-risiko dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan erosi terhadap konsistensi maupun kredibilitas dari bauran kebijakan," kata dia kepada wartawan.
Kondisi ini terjadi di tengah pembuatan kebijakan yang semakin tersentralisasi. Hal tersebut tertuang dalam penilaian Fitch yang menurunkan prospek kredit Indonesia dari Stable ke Negative pada Maret 2026 lalu.
Adapun kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah didasari oleh perkembangan ekonomi makro terkini di tengah kenaikan harga energi global. Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama semester I/2026 mencapai 5,45% (YoY) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni 5,1%.
Baca Juga: Tak Cuma Rupiah, Dolar Singapura Ikut Tertekan Tembus Rp14.134, Ringgit Rp4.425
Baca Juga: Rupiah Jatuh Rp18.000, BI Perkuat Insentif Tarik Modal Asing
"Namun, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga tidak akan mencapai target pemerinta," tegas dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: