Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amien Rais sebut Banyak Tokoh Politik dan Ketum Parpol Ogah Bertemu Jokowi karena Takut Diviralkan

        Amien Rais sebut Banyak Tokoh Politik dan Ketum Parpol Ogah Bertemu Jokowi karena Takut Diviralkan Kredit Foto: Youtube Amien Rais
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyatakan bahwa pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) semakin melemah dan menuju “kematian politik”.

        Pernyataan tersebut disampaikan melalui video berjudul “JOKOWI MENUJU KEMATIAN POLITIK” yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official.

        Amien menilai kekuatan politik Jokowi sudah sangat lemah setelah lengser dari jabatan presiden. Ia menggambarkan posisi Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seperti “layang-layang putus tali”.

        Menurutnya, tidak ada lagi ketua umum partai politik, tokoh agama, maupun jenderal yang bersedia bertemu Jokowi karena khawatir reputasi politik mereka rusak jika pertemuan itu diviralkan.

        Amien juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi terkait dokumen pendidikan Gibran. Ia menilai Gibran tidak layak menduduki jabatan wakil presiden dan mendesak agar Gibran segera mengundurkan diri. “Agar keluarga Jokowi tak dianggap sebagai musuh rakyat, segera mundur. Gelar konferensi pers, nyatakan pengunduran diri, dan minta maaf secara tertulis kepada seluruh bangsa Indonesia,” ujar Amien.

        Selain itu, Amien menyarankan Jokowi memperbanyak istighfar. Ia meminta mantan presiden tersebut mengucapkan “astaghfirullahaladzim” ratusan hingga ribuan kali sehari dan berkonsultasi dengan ulama, bukan dukun.

        Pernyataan Amien ini disampaikan di tengah polemik yang masih berlangsung terkait status Gibran secara ketatanegaraan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: