Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai mantan Presiden Jokowi rajin mencermati hasil survei kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Yunarto, hasil survei tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan Jokowi dalam membaca arah politik ke depan.
Yunarto menyampaikan pandangannya dengan mengaitkan posisi politik Jokowi di dalam koalisi, keberlanjutan program pemerintahan sebelumnya, serta tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Bisa jadi karena posisinya melemah dalam koalisi dengan kesadaran cacat administratif anaknya. Atau dia sedang berpikir, eh kepuasan publik tinggal 44 persen, ngapain ikut kapal karam,” kata Yunarto.
Ia juga menilai Jokowi merupakan sosok yang realistis dalam menentukan langkah politik dan kerap memperhatikan hasil survei sebagai salah satu bahan pertimbangan.
"Paling enggak Pak Jokowi pusing terhadap kepuasan publik yang anjlok, dan keberlanjutannya dari program pemerintahannya tak diteruskan Prabowo,” ujarnya.
Yunarto turut berspekulasi mengenai kemungkinan langkah politik Jokowi pada masa mendatang, termasuk peluang kembali masuk dalam kontestasi politik nasional. Namun, pandangan tersebut merupakan analisis Yunarto dan bukan pernyataan resmi dari Jokowi.
Ia juga menyinggung kemungkinan konfigurasi politik yang melibatkan Gibran dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdasarkan pembacaannya terhadap survei.
"Dia orang realistis, kemungkinan Dedi Mulyadi Capres dan Gibran jadi Cawapres," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: