Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Investment Banking Citi di ASEAN Melonjak 35%, M&A Tembus US$140 Miliar

        Pendapatan Investment Banking Citi di ASEAN Melonjak 35%, M&A Tembus US$140 Miliar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas perbankan investasi di kawasan ASEAN meningkat sepanjang 2026, didorong lonjakan transaksi merger dan akuisisi (M&A) serta pertumbuhan penghimpunan dana di pasar modal. Citi mencatat pendapatan bisnis Investment Banking di kawasan tersebut naik 35% secara tahunan.

        Berdasarkan data Dealogic, volume transaksi M&A di ASEAN meningkat lebih dari 30% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai US$140 miliar. Sementara itu, gabungan volume penerbitan di pasar modal ekuitas (Equity Capital Markets/ECM) dan pasar modal utang (Debt Capital Markets/DCM) melampaui US$180 miliar.

        Citi turut terlibat dalam berbagai transaksi M&A di ASEAN dengan nilai total mendekati US$20 miliar sepanjang 2026. Bank tersebut juga membantu klien menghimpun dana hampir US$25 miliar dari pasar modal global melalui penerbitan obligasi internasional, penawaran umum perdana saham (IPO), obligasi konversi, dan penawaran saham lanjutan.

        Head of Investment Banking Citi untuk ASEAN Matthew Nimtz mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu pasar utama Citi secara global, seiring berkembangnya perusahaan lokal dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk ekspansi bisnis.

        Menurutnya, aktivitas M&A juga meningkat seiring semakin banyak perusahaan di kawasan ASEAN memperluas bisnis ke pasar global dan memanfaatkan jaringan internasional Citi untuk mendukung kebutuhan pembiayaan serta layanan penasihat keuangan.

        Baca Juga: 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Citilink Paling Apes

        Di Indonesia, Citi berperan sebagai penasihat keuangan bagi Indosat dalam pembentukan Zankore, sekaligus mendukung pembiayaan ekuitas dan utangnya.

        Selain itu, Citi menjadi penasihat bagi KKR dan Singtel dalam proses akuisisi STT GDC senilai US$10,9 miliar.

        Pada pasar modal utang, Citi menangani penerbitan obligasi internasional sejumlah klien, termasuk PLN dari Indonesia, Republik Filipina, Advance Info Service dari Thailand, dan Maybank dari Malaysia.

        Sementara itu, di pasar modal ekuitas, Citi memimpin sejumlah transaksi di Singapura untuk klien seperti UI Boustead REIT, CapitaLand Integrated Commercial Trust, dan CapitaLand India Trust.

        Secara keseluruhan, Citi telah memimpin hampir 30 transaksi penerbitan di ASEAN sepanjang 2026, atau rata-rata hampir tiga transaksi setiap bulan.

        Citi memperkirakan aktivitas perbankan investasi akan tetap produktif pada kuartal IV/2026, didukung sejumlah transaksi pembiayaan yang tengah disiapkan di pasar modal ekuitas dan utang. Aktivitas M&A juga diperkirakan berlanjut di berbagai sektor, termasuk teknologi, barang konsumen, dan kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: