Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sentilan Prabowo Cari Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD 2026: Paling Dekat Kok Malah Enggak Hadir

        Sentilan Prabowo Cari Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD 2026: Paling Dekat Kok Malah Enggak Hadir Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut secara spontan mempertanyakan keberadaan mantan bupati itu, yang justru berujung pada sebuah sentilan jenaka yang mengundang tawa seluruh peserta sidang.

        Prabowo pada acara tersebut tengah mengabsen dan menyapa satu per satu para gubernur yang duduk di barisan kehormatan. Setelah menyapa sejumlah gubernur, tiba gilirannya untuk mencari pimpinan dari Provinsi Jawa Barat. Namun, yang berdiri untuk membalas sapaan presiden ternyata bukanlah sosok yang dicari, melainkan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.

        Baca Juga: Prabowo Taruh Perhatian Khusus ke Bintang PDIP: Yang Ada Bowo-bowo Itu Lho

        Menyadari Dedi Mulyadi absen, yang notabene merupakan salah satu kader utama sekaligus mesin politik partainya, sang presiden tak kuasa menahan tawa sekaligus melontarkan sindiran ringannya.

        "Wagub Jabar Saudara Erwan Setiawan, kemana KDM? Hahaha, yang paling dekat enggak hadir malah, pasti sibuk, oke," tutur Prabowo dikutip Jumat (23/10/2026).

        Sentilan mengenai "wilayah paling dekat" tersebut menyoroti kedekatan geografis antara Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Meski melontarkan sindiran, ia sebagai kepala negara langsung memaklumi dinamika birokrasi di daerah yang kerap memaksa seorang pimpinan untuk mendelegasikan tugasnya.

        "Tapi yang tidak hadir saya yakin banyak pekerjaan," kata Prabowo.

        Faktanya, Dedi Mulyadi memang bukanlah satu-satunya pimpinan daerah tingkat satu yang berhalangan hadir. Kursi Gubernur Bali Wayan Koster harus diwakilkan oleh Wagub I Nyoman Giri Prasta. Adapun Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud digantikan Wagub Seno Aji. Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili oleh Wagub Emil Elestianto Dardak.

        Presiden Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada ratusan kepala daerah tingkat kabupaten dan kota yang tidak bisa disapanya satu per satu secara individual.

        "Saya minta maaf pada bupati karena yang hadir ini 230. Kalau satu-satu saya bacakan nama saudara, nanti saya diomelin oleh panitia," candanya.

        Inti dari perhelatan rakornas sendiri adalah untuk mengkonsolidasikan percepatan akses permodalan bagi masyarakat daerah. Prabowomemberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi yang terlibat.

        "Saya sampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah kerja membangun kelembagaan ini," tegas Prabowo.

        Ia mengaku bangga karena berdasarkan laporan terkait kelembagaan rakornas itu telah berhasil menjangkau seratus persen wilayah sejak akhir tahun 2024.

        Baca Juga: SMRC: Sekalipun Dedi Mulyadi Batal Nyapres, Posisi Elektoral Prabowo Subianto Tetaplah Lemah

        Acara prestisius ini turut dihadiri oleh deretan tokoh sentral perekonomian dan keamanan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: