Prabowo: Beberapa Negara Hina Karhutla Padahal Perusahaannya Terlibat, Nanti Kita...
Kredit Foto: BPMI
Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada sejumlah negara yang dinilainya mengolok-olok Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, perusahaan dari negara-negara tersebut justru diduga ikut bertanggung jawab atas bencana yang memicu kabut asap di kawasan ASEAN.
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok, menghina kita padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini. Nanti pada saatnya kita umumkan nama-nama itu," kata Prabowo.
Ia menyinggung persoalan karhutla yang belakangan menjadi sorotan sejumlah negara akibat kabut asap yang menyebar hingga negara-negara tetangga. Menurutnya, Indonesia telah mengerahkan berbagai upaya untuk menangani kebakaran tersebut, termasuk melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Penasihat Presiden Heran Singapura-Malaysia Kritik Karhutla: Kenapa Tidak dari Dulu?
Prabowo juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat yang telah terpapar kabut asap selama berbulan-bulan. Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi bencana yang turut membebani masyarakat di wilayah terdampak.
"Kita sudah cukup besar mengerahkan TNI, polisi, Pemda, bekerja setengah mati. Saudara saksi, bupati, gubernur, itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," ujar Prabowo.
Tak hanya menyinggung kritik dari luar negeri, Prabowo turut mengungkap dugaan pelanggaran berulang oleh sejumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla. Ia menyebut ada perusahaan yang dilaporkan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
Baca Juga: Konten Kreator Akui Ditawari Rp80 Juta untuk Bungkam soal Karhutla, Nasibnya Kini Terancam
"Perusahaan ini yang paling parah ini, minta dicek lagi apa benar 19 kali? Ini dableg banget dan kita kok takut? Takut siapa? Siapapun kalau melanggar udahlah cabut aja (izinnya), saya nggak ragu-ragu, cabut aja nanti. Nggak apa-apa," tegas Prabowo.
Selain mendorong penindakan terhadap perusahaan yang melanggar, Prabowo menekankan pentingnya kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengelola perkebunan nasional. Ia meminta pemerintah daerah dan fakultas-fakultas mencari anak muda potensial agar pengelolaan perkebunan di dalam negeri dapat dilakukan oleh putra-putri Indonesia sendiri.
"Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang-orang Indonesia nggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan Indonesia. Mungkin lebih baik kita mengelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," tambah Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: