Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pascabencana, PLTS BRI Peduli di Bandung Barat Jangkau 1.456 Kepala Keluarga

        Pascabencana, PLTS BRI Peduli di Bandung Barat Jangkau 1.456 Kepala Keluarga Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli memperluas pemanfaatan energi surya untuk mendukung aktivitas masyarakat pedesaan dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

        Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana ini telah menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Barat hingga Sumatera Utara dan Aceh. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat akses energi, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

        Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, terutama pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan, penguatan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

        Salah satu penerapannya berada di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di wilayah tersebut, BRI Peduli membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan penyimpanan energi sebesar 43,2 kWh.

        Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan publik di balai desa dan kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

        Kehadiran PLTS diperkirakan dapat menghindari gangguan pelayanan di balai desa akibat pemadaman listrik hingga 75 jam per tahun. Pasokan energi yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10 persen.

        Kepala Desa Bojong, Apad Sutisna, mengatakan pemanfaatan energi surya membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat.

        “Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya,” ungkap Apad.

        Menurut dia, keberadaan PLTS membuat aktivitas masyarakat lebih mudah dan produktif sekaligus memberikan harapan baru bagi kemajuan desa.

        Selain mendukung elektrifikasi di pedesaan, BRI Peduli menyalurkan perangkat tenaga surya portabel ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera.

        Sebanyak 1.416 unit perangkat disalurkan, terdiri atas 522 unit untuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit untuk Kabupaten Aceh Timur.

        Bantuan tersebut digunakan sebagai sumber penerangan dan untuk mengisi daya perangkat komunikasi ketika pasokan listrik belum sepenuhnya pulih. Dengan demikian, keluarga terdampak dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

        BRI Peduli juga menyalurkan 40 unit perangkat tenaga surya portabel ke desa binaan melalui program Desa BRILiaN.

        Secara keseluruhan, program tersebut telah menjangkau 1.456 kepala keluarga sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung.

        Program energi surya BRI Peduli juga memiliki potensi manfaat lingkungan. Dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, program ini diperkirakan mampu menghasilkan 585 MWh listrik bersih setiap tahun dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun.

        Baca Juga: Fluktuasi di Bursa, BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun

        Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

        “Pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam,” ujar Dhanny.

        Ia menambahkan, sumber energi alternatif sangat membantu masyarakat dalam situasi pascabencana, terutama ketika pasokan listrik belum kembali normal. Energi surya diharapkan dapat mendukung keberlangsungan aktivitas sehari-hari serta pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: