Kredit Foto: Romus Panca
Aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan kapal tanker MT Global 168 yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan internasional.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai. Operasi dilakukan secara senyap setelah petugas mendeteksi pergerakan kapal yang dinilai tidak wajar.
"Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah, alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita," kata Kapolri dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).
Menurut Suyudi, kapal tersebut terpantau bergerak mencurigakan di Selat Malaka hingga melintasi Laut Andaman. Petugas kemudian mengamankannya di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Kapal MT Global 168 diketahui merupakan kapal tanker berbendera Mongolia yang berasal dari Malaysia. Kapal itu masih aktif beroperasi dan diduga menggunakan perubahan nama sebagai salah satu cara untuk mengelabui petugas.
"Jadi benderanya Mongolia tapi kapalnya dari Malaysia," katanya.
Kapolri menjelaskan, pemantauan terhadap kapal tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2026 berdasarkan informasi intelijen. Identitas kapal terungkap melalui dokumen docking yang ditemukan pada kapal lain yang sebelumnya ditangkap, yakni MV Fuchangxing 1, dalam kasus ketamin seberat 800 kilogram.
Dari pemeriksaan MT Global 168, tim gabungan mengamankan delapan awak kapal. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing yang disebut berasal dari Tiongkok atau Taiwan.
Direktur Jenderal Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama mengapresiasi kerja sama aparat dalam mengungkap jaringan penyelundupan narkoba internasional tersebut. Ia menyebut peredaran narkotika melalui perairan Sumatera Utara dan Selat Malaka menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Temui Panglima TNI, Kapolri Bahas Pemberantasan Narkoba Modus Vape hingga Tambang Ilegal
"Saya sampaikan bahwa ini adalah merupakan suatu apresiasi, kebanggaan untuk para aparat keamanan gabungan dalam hal ini BNN, Beacukai, Polri, serta seluruh aparat yang lain yang telah berhasil melakukan pengungkapan jaringan internasional penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia khususnya perairan Sumatera Utara, Selat Malaka, yang memang menjadi perhatian Bapak Presiden," kata Djaka dalam konferensi pers bersama Polri dan BNN.
Djaka menambahkan, perairan Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai salah satu jalur penyelundupan barang ilegal, termasuk narkotika. Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk menekan masuknya barang terlarang melalui jalur laut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy