Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trenggono Temui Teddy, Pemerintah Kebut Operasional 100 Kampung Nelayan

        Trenggono Temui Teddy, Pemerintah Kebut Operasional 100 Kampung Nelayan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk membahas perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pemerintah menargetkan 100 kampung nelayan siap beroperasi hingga akhir 2026.

        Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembangunan kawasan ini diarahkan agar nelayan memiliki akses terhadap fasilitas produksi, penyimpanan, dan pemasaran hasil tangkapan.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima Trenggono bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 9 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta laporan terbaru mengenai perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan.

        Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan seluruh kampung nelayan tersebut dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

        “Hingga akhir tahun 2026, sebanyak 100 Kampung Nelayan ditargetkan siap beroperasi dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” demikian keterangan Teddy.

        Kampung Nelayan Dilengkapi Fasilitas Pendukung

        Pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk menunjang aktivitas nelayan dan memperkuat rantai usaha perikanan. Fasilitas tersebut meliputi dermaga, pabrik es, tempat penyimpanan dingin (cold storage), serta pasar untuk transaksi hasil tangkapan.

        Dermaga berfungsi mendukung kegiatan nelayan saat melaut dan mendaratkan ikan. Sementara itu, pabrik es dan cold storage disiapkan untuk menjaga kualitas serta kesegaran hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

        Keberadaan pasar juga diharapkan mempermudah transaksi antara nelayan dan pembeli. Dengan fasilitas yang terintegrasi, hasil perikanan diharapkan dapat ditangani dengan lebih baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

        Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesisir. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mendukung produktivitas dan pendapatan masyarakat nelayan.

        Baca Juga: Koster Kaji Kenaikan UMP Bali 2027, Usulan Buruh Tembus Rp5,2 Juta

        Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan kampung nelayan agar fasilitas yang telah disiapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Target pengoperasian 100 kampung nelayan pada akhir 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan nasional.

        Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengelolaan fasilitas, serta pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Dengan operasional yang optimal, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat rantai pasok perikanan dari proses penangkapan hingga pemasaran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: