Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menteri Haji Diduga Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli, Muncul Sorotan soal 'Gibranisasi'

        Menteri Haji Diduga Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli, Muncul Sorotan soal 'Gibranisasi' Kredit Foto: Instagram/Islah Bahrawi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Publik tengah dihebohkan dengan dugaan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan yang mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya.

        Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi mencerminkan praktik nepotisme. Aktivis Islah Bahrawi termasuk yang menyoroti kebijakan tersebut dan menyebut negara tidak boleh diperlakukan layaknya perusahaan keluarga.

        Selain itu, Islah menilai langkah tersebut sebagai bentuk lain dari "gibranisasi", istilah yang digunakannya untuk merujuk pada dinasti politik keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

        "Menteri Haji mendaulat dua anaknya sendiri jadi tenaga ahli kementerian. Negara dianggap perusahaan keluarga. Cara "gibranisasi" yang lain lagi menuju generasi cemas 2045," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (23/10).

        Baca Juga: Viral Menteri Haji Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri, Saiful Mujani: 'Dunia Udah Dekat Kiamat'

        Sebagai informasi, penunjukan tersebut terungkap melalui dokumen Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah. Surat keputusan itu ditandatangani langsung oleh Gus Irfan.

        Dua putra menteri yang tercantum dalam daftar tenaga ahli tersebut adalah Barbarossa Muhammad Farros, yang berada pada urutan kedua, dan Gibran Muhammad Fawwaz, yang tercantum pada urutan ketujuh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: