Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada 40–50 Juta WNI Diperkirakan Belum Punya Rekening, Data Dukcapil Disisir

        Ada 40–50 Juta WNI Diperkirakan Belum Punya Rekening, Data Dukcapil Disisir Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah akan mencocokkan data perbankan dengan data kependudukan untuk mengidentifikasi sekitar 40–50 juta warga negara Indonesia (WNI) yang diperkirakan belum memiliki rekening sebagai langkah persiapan program Satu Orang Satu Rekening yang menyasar masyarakat berusia minimal 17 tahun dari kelompok desil 1–4.

        Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, perkiraan tersebut mengacu pada data Badan Pengelola Investasi Danantara yang mencatat sekitar 170 juta WNI telah memiliki rekening. Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena pemerintah masih perlu melakukan rekonsiliasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

        "Datanya dari Danantara dengan data Dukcapil, Kemendagri, kita rekonsiliasi. Karena bisa aja orang punya dua rekening, ada yang punya tiga rekening," ujar Tito saat ditemui usai acara rapat koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

        “Sehingga kita bisa tahu nanti di seluruh provinsi, kabupaten, kota, kami dengan sistem Dukcapil tuh bisa difilter. Siapa saja umur 17 tahun yang tidak terdaftar di dalam sistem perbankan, dialah yang berarti yang tidak punya rekening,” lanjutnya.

        Setelah proses tersebut, Kemendagri akan menyusun data calon penerima berdasarkan wilayah, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa lalu diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menentukan penerima program.

        Untuk diketahui, program Satu Orang Satu Rekening ini dianggarkan oleh pemerintah sebesar Rp1,28 triliun untuk setoran awal Rp50.000 di setiap rekeningnya.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa program ini disiapkan untuk sekitar 25 juta warga Indonesia berpenghasilan rendah.

        "Kami siapkan program Satu Orang Satu Rekening. Dan dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99%. Ini untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia yang di atas 17 tahun," kata Airlangga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: