Kredit Foto: Istimewa
Keputusan Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 menjadi alasan yang disoroti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie di tengah polemik ijazah yang kembali mencuat.
Menurut Jimly, sulit membayangkan Prabowo memberhentikan sosok yang dipilihnya sendiri untuk mendampingi dalam pemerintahan.
"Presiden sendiri yang minta supaya Gibran menjadi wakilnya. Mintanya pun kepada Pak Jokowi waktu itu masih presiden. Tidak mungkin Pak Prabowo mau memberhentikan wakilnya, sedangkan dia sendiri yang minta Gibran jadi wapresnya," kata Jimly, Jumat (23/10/2026).
Pernyataan tersebut menyoroti keputusan politik yang membawa Prabowo dan Gibran menjadi pasangan dalam Pilpres 2024.
Jimly menilai pencalonan Gibran merupakan pilihan politik yang tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan nasional saat ini.
Di sisi lain, polemik mengenai latar belakang pendidikan Gibran masih menjadi bahan perdebatan. Jimly menilai persoalan tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa Gibran telah resmi dilantik sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Bocoran Capres yang Didukung PKS, Prabowo Pasti, Nah Yang Dua Sosok ini Tak Terduga...
"Ada orang ngabisin waktunya urusan ijazah. Ada yang masih kecewa kepada Gibran. Terus, ya bagaimana? Dia sudah jadi wapres," tuturnya.
Karena itu, pakar hukum tata negara tersebut mengimbau masyarakat agar menyikapi dinamika politik secara lebih rasional dan dewasa. Ia juga meminta publik tidak terus larut dalam sentimen pribadi setelah kontestasi pemilu selesai.
"Tidak usah baper," pungkas Jimly.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama