Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ICCN Serahkan Manifesto Ekonomi Kreatif di WCCE 2026, Dorong Penguatan Ekosistem Nasional

        ICCN Serahkan Manifesto Ekonomi Kreatif di WCCE 2026, Dorong Penguatan Ekosistem Nasional Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesian Creative Cities Network (ICCN) bersama Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui penyusunan Manifesto Suara Ekraf Indonesia dan pengembangan platform digital Superapp ICCN 2.0.

        Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang mengusung semangat menghubungkan potensi ekonomi kreatif daerah dengan peluang pasar global. Salah satu kegiatannya diwujudkan melalui forum “Suara Ekraf Indonesia” di Screen X, CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

        Forum bertema “From Regions to the World” tersebut menghimpun aspirasi pelaku ekonomi kreatif dari 38 provinsi di Indonesia. Berbagai masukan yang dikumpulkan mencakup persoalan, kebutuhan, serta usulan untuk mendorong pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.

        Ketua Umum ICCN TB. Fiki C. Satari mengatakan, aspirasi dari berbagai daerah tersebut telah dikompilasi menjadi Manifesto Suara Ekraf Indonesia. Dokumen itu memuat gagasan dan rekomendasi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat pembangunan industri kreatif di daerah sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat global.

        “Dikumpulkan dari mulai apa permasalahannya, apa kata kuncinya, apa kemudian yang nanti diajukan aspirasi, ide-ide, gagasan untuk ekonomi kreatif ini dibangun di daerahnya masing-masing untuk Indonesia dan untuk dunia,” ujar Fiki.

        Dia menjelaskan, sejumlah isu yang mengemuka dalam manifesto tersebut meliputi penguatan sinergi dan kolaborasi, transparansi regulasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta pembentukan forum yang menghubungkan pelaku ekonomi kreatif daerah dengan jejaring nasional dan internasional.

        ICCN, lanjut Fiki, akan mengawal aspirasi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi rencana aksi yang konkret dan memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

        “ICCN akan memastikan dan mengawal semua yang sudah disampaikan dalam manifesto untuk bisa menjadi rencana aksi, kemudian dikonkretkan menjadi aksi yang dapat menghadirkan kemajuan berkelanjutan dan berdampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia,” katanya.

        Baca Juga: Data Terbaru dari Kemenkes: Catat 333.470 Kasus ISPA Akibat Karhutla di 7 Provinsi Terdampak

        Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi peran ICCN dalam membangun jejaring dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif selama lebih dari satu dekade. Dia menegaskan, Kemenekraf siap memperkuat kolaborasi dengan ICCN untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.

        Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menyerap aspirasi daerah, mendampingi pengembangan kabupaten dan kota kreatif, serta membawa isu ekonomi kreatif Indonesia ke tingkat internasional.

        “Terima kasih sekali lagi pada ICCN, terima kasih atas aspirasi, pengorbanan, dan spiritnya selama ini, dan Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan ICCN di seluruh Indonesia,” ujar Teuku Riefky.

        Dia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis daerah menjadi bagian dari upaya mendorong sektor tersebut sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

        “Spirit daripada ekonomi kreatif yang juga diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” katanya.

        Selain menyusun manifesto, ICCN menyiapkan peluncuran Superapp ICCN 2.0 dalam rangkaian WCCE 2026. Platform digital tersebut dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan ekonomi kreatif, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga media.

        Superapp ICCN 2.0 dirancang dengan sejumlah fitur, antara lain pemetaan ekosistem kreatif, jejaring profesional, marketplace layanan, direktori acara, Dashboard Indeks Kota Kreatif, dan Peta Ekraf. Platform ini juga dilengkapi Super Agent berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan Big Data untuk mendukung riset serta membantu mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon mitra kolaborasi.

        Pengembangan platform tersebut mengusung semangat “Kedaulatan Ekosistem Kreatif Digital Indonesia”, dengan tujuan memperkuat konektivitas antarpelaku dan membuka peluang kolaborasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

        Melalui rangkaian Road to WCCE 2026, penyusunan Manifesto Suara Ekraf Indonesia, dan pengembangan Superapp ICCN 2.0, ICCN bersama TVRI dan Kemenekraf berupaya menghubungkan aspirasi pelaku kreatif dengan kebijakan pemerintah serta peluang pengembangan usaha.

        Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan, mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif daerah, serta memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: