Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Ungkap 74% dari 962 Emiten BEI Cetak Laba pada Kuartal II-2026

        OJK Ungkap 74% dari 962 Emiten BEI Cetak Laba pada Kuartal II-2026 Kredit Foto: OJK
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan mayoritas perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mampu membukukan keuntungan. Dari total 962 emiten, sebanyak 74% tercatat menghasilkan laba.

        Tak hanya itu, pendapatan perusahaan tercatat juga tumbuh 15,9% pada kuartal II-2026. Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa kinerja bisnis emiten masih cukup kuat.

        Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan data tersebut saat melaporkan perkembangan sektor keuangan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka.

        “Dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, 74%-nya adalah mencatatkan laba,” ujar Friderica seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2026).

        Jika dihitung berdasarkan persentase tersebut, sekitar 712 emiten membukukan laba. Sementara itu, sekitar 250 emiten lainnya tidak termasuk dalam kelompok perusahaan yang dilaporkan mencetak keuntungan. Angka ini merupakan perkiraan berdasarkan persentase yang disampaikan OJK, bukan jumlah resmi yang dirinci secara terpisah.

        Friderica juga menyoroti pertumbuhan pendapatan perusahaan tercatat pada kuartal II/2026. Menurutnya, kinerja tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi fundamental emiten di tengah dinamika pasar modal.

        “Kalau kita melihat di Kuartal II/2026 bahwa perusahaan tercatat ini secara pendapatan meningkat 15,9% dan net profit-nya juga tumbuh,” kata Friderica.

        Meski menyebut pendapatan dan laba bersih sama-sama tumbuh, Friderica tidak merinci besaran pertumbuhan laba bersih maupun nilai total pendapatan emiten dalam paparannya. Dengan demikian, angka 15,9% merujuk pada pertumbuhan pendapatan, bukan pertumbuhan laba bersih.

        Ia menegaskan, kinerja keuangan perusahaan tercatat menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kekuatan fundamental pasar modal Indonesia.

        “Saya ingin menunjukkan kepada Bapak, Ibu semua bahwa fundamental ekonomi dan juga fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia adalah sangat kuat,” ujarnya.

        Namun, OJK menilai kekuatan fundamental perusahaan perlu didukung oleh perdagangan yang transparan, likuiditas yang memadai, serta pengawasan dan penegakan aturan yang efektif. Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk menjaga integritas pasar dan kepercayaan investor.

        Baca Juga: OJK Laporkan ke Prabowo, Bursa Mineral RI Ditargetkan Beroperasi 4 Januari 2027

        Baca Juga: Serius Dalam Penegakan Hukum, OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun untuk Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

        Baca Juga: OJK Ancam Sanksi Berat bagi Manipulator Saham, Bisa Berujung Pidana

        Karena itu, OJK terus mendorong reformasi pasar modal Indonesia yang telah dimulai sejak Januari 2026. Fokus pembenahan mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan aturan, serta peningkatan koordinasi antarlembaga.

        “Konsen kita saat ini adalah pasar modal. Sejak Januari 2026 ini, kita melakukan reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Kami meningkatkan bagaimana transparansi, likuiditas, kemudian enforcement, dan juga kita menguatkan sinergitas di antara lembaga,” ungkap Friderica.

        Melalui langkah tersebut, OJK berupaya memastikan pelaku pasar memperoleh informasi yang memadai untuk mengambil keputusan investasi. Penguatan likuiditas juga diarahkan untuk mendukung aktivitas perdagangan, sementara penegakan aturan menjadi bagian dari upaya menjaga transaksi yang tertib dan berintegritas.

        OJK berharap reformasi tersebut dapat berjalan seiring dengan terjaganya kinerja perusahaan tercatat, sehingga kepercayaan investor dan daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: