Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terintegrasi Tanggul Laut, Tol Semarang-Demak Target Tuntas Akhir 2027

        Terintegrasi Tanggul Laut, Tol Semarang-Demak Target Tuntas Akhir 2027 Kredit Foto: WSBP
        Warta Ekonomi, Semarang -

        Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memantau kelangsungan langsung proyek pembangunan jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung yang terintegrasi dengan tanggul laut. 

        Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, progres pembangunan Tol Semarang-Demak secara keseluruhan telah menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, percepatan pekerjaan tetap harus mempertimbangkan kondisi tanah agar konstruksi aman dan tahan lama.

        Menurut dia, proyek yang dibangun di kawasan pesisir dan laut itu membutuhkan proses konsolidasi tanah secara sempurna sebelum pekerjaan timbunan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

        "Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," kata Dody saat meninjau langsung proyek Tol Semarang-Demak di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/6/2026).

        Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, progres konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 yang meliputi tiga paket tersebut telah mencapai 79,42%.

        Pembangunan pada Paket 1A telah mencapai 97,49 persen, sementara Paket 1B yang mencakup pembangunan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer mencapai 75,22%. Sedangkan Paket 1C yang meliputi kolam retensi dan sistem pompa mencatat progres fisik 75,68%.

        Dody memastikan progres pembangunan telah berjalan sesuai rencana. Hal ini disebabkan proyek tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, mulai pemerintah daerah, kontraktor atau penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar.

        "Untuk progres sudah 79,4%. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi," tuturnya.

        Ia menilai pembangunan tanggul di kawasan Sayung telah memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir. Dengan tanggul yang sudah berdiri, kawasan tersebut dilaporkan tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya.

        Pekerjaan selanjutnya pun akan dilanjutkan ke kawasan Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ/BOP Pantura Jawa).

        Secara target, proyek Tol Semarang-Demak dapat rampung pada akhir 2027, dan bisa difungsionalkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027/2028. 

        "Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," kata Dody.

        Sementara itu, PPK Pengawasan pada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Prasetyo Arief menjelaskan, pada Paket 1A, pekerjaan di kawasan Kaligawe dan Sayung telah memasuki tahap akhir. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jembatan Kaligawe, jalan layang, serta pekerjaan jalan dan fasilitas pendukung.

        "Untuk 1A, progresnya sudah memasuki tahap akhir. Untuk yang sudah selesai di 1A seluruh konstruksi eleveted sudah selesai, sudah tersambung sampai dengan P19 sudah nyambung dengan paket 1B," terangnya.

        Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Biang Kerok Antrean Panjang BBM di Bali

        Baca Juga: Jalan Tol Sering Ada Perbaikan, Jasa Marga Kasih Penjelasan

        Sementara itu, Paket 1B mencakup pembangunan tanggul laut, revetment, jalan utama, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, serta gerbang tol dan fasilitas lainnya.

        Pekerjaan Paket 1B masih harus memperhatikan tahapan perbaikan tanah, termasuk proses preloading dan masa tunggu konsolidasi yang direncanakan berlangsung total 425 hari untuk menjaga kestabilan tanah sebelum konstruksi dilanjutkan.

        Adapun Paket 1C meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, berikut rumah pompa dan saluran pendukung. Sistem ini dirancang untuk menampung aliran air dari sejumlah sungai dan mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan pompa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel:

        Berita Terkait