Kini Akui Renggang karena Polemik Ijazah, Jusuf Kalla Cerita Awal Mula Dampingi Jokowi karena Megawati
Kredit Foto: Andi Hidayat
Jusuf Kalla (JK) mengakui hubungannya dengan Joko Widodo (Jokowi) agak renggang setelah polemik ijazah palsu. Padahal, Jokowi adalah salah satu presiden yang pernah didampingi JK sebagai Wakil.
Meskipun begitu, JK menceritakan kekagetannya ketika pencalonannya sebagai wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014.
Menurut JK, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memilihnya justru karena Jokowi dinilai belum berpengalaman. Cerita ini disampaikan JK dalam The Johan Budi Podcast yang tayang Sabtu (24/10/2026).
JK mengatakan ia sendiri yang pertama kali membawa Jokowi ke tingkat nasional. Ia mengaku mendatangi Megawati agar Jokowi dicalonkan dalam pemilihan gubernur lewat PDIP. Jokowi saat itu berpikir hampir sebulan sebelum menyetujuinya.
Beberapa waktu kemudian, Jokowi yang baru sekitar dua tahun menjabat gubernur hendak dicalonkan sebagai presiden. JK mengaku khawatir. “Saya bilang ini bahaya, belum berpengalaman,” tuturnya.
Kekhawatiran itu rupanya sejalan dengan alasan Megawati memilihnya. Menurut JK, Megawati menjawab bahwa justru karena itulah JK harus menjadi wakil. “Karena Pak JK berpengalaman,” kata JK menirukan Megawati. Ia pun dimintai tolong membantu Jokowi yang belum berpengalaman, mengingat JK pernah menjabat wakil presiden pada periode sebelumnya.
JK mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Megawati untuk membahas hal itu. Permintaan sampai kepadanya lewat pesan. Ia menerima karena yang meminta adalah Megawati.
“Kalau orang lain saya tidak mau, tapi karena Ibu Mega yang minta, iya, oke,” ujarnya. Ia menyebut hubungannya dengan Megawati sampai kini masih baik.
Sebenarnya, JK bukan satu-satunya kandidat. Sekjen PDIP saat itu, Tjahjo Kumolo, menyebut awalnya ada beberapa nama cawapres untuk Jokowi, di antaranya JK, Abraham Samad, Mahfud MD, Luhut Pandjaitan, dan Rizal Ramli.
Dalam podcast, Johan Budi menanyakan rumor bahwa Jokowi sempat menginginkan Abraham Samad. JK mengaku tidak mengetahui hal itu. Ia hanya tahu dirinya kembali ke Makassar dan kemudian diminta menjadi pendamping, lalu bertemu Jokowi dan menyatakan siap.
Pasangan Jokowi-JK akhirnya dideklarasikan pada 19 Mei 2014 dan ditetapkan menang dalam Pilpres pada 22 Juli 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat itu Jokowi mengumumkan pilihannya setelah berkonsultasi dengan para ketua partai pendukung dan Megawati.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: