Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gerindra Kalahkan PDIP dalam Elektabilitas Partai Politik Versi IPO, PSI Tak Sampai 3 Persen

        Gerindra Kalahkan PDIP dalam Elektabilitas Partai Politik Versi IPO, PSI Tak Sampai 3 Persen Kredit Foto: Gerindra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Gerindra unggul dalam survei elektabilitas partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO).

        Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu mencatatkan elektabilitas 23,1 persen, hampir dua kali lipat perolehan PDI Perjuangan (PDIP) yang berada di posisi kedua.

        Berdasarkan hasil survei IPO yang dirilis pada akhir pekan ini, PDIP memperoleh elektabilitas 11,6 persen. Sementara itu, Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan angka 10,7 persen.

        Di bawah tiga besar, persaingan partai politik menunjukkan angka yang lebih berdekatan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 6,1 persen, diikuti Partai Demokrat dengan 5,9 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 5,8 persen.

        Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat elektabilitas 4,6 persen, sedangkan Partai NasDem meraih 4,2 persen.

        Baca Juga: Ngaku Sudah Jadi Seniman, SBY: Jangan Utamakan Partai Politik, Negara Belakangan, Wrong!

        Adapun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin Kaesang Pangarep memperoleh 2,9 persen. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berada di bawahnya dengan elektabilitas 1,6 persen.

        Survei IPO juga menunjukkan sejumlah partai politik memperoleh elektabilitas kurang dari 1 persen.

        Partai Gerakan Rakyat mencatatkan angka 0,9 persen, disusul Partai Gelora sebesar 0,8 persen dan Partai Hanura dengan 0,2 persen.

        Sementara itu, lima partai lainnya, yakni Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Garuda, masing-masing memperoleh elektabilitas 0,0 persen.

        Di sisi lain, masih terdapat 21,6 persen responden yang belum menentukan pilihan, tidak memberikan jawaban, atau memilih merahasiakan preferensi politik mereka.

        Survei IPO dilaksanakan pada 12-20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Penelitian melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen.

        Berikut hasil survei elektabilitas partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI berdasarkan survei IPO:

        1. Partai Gerindra: 23,1 persen

        2. PDI Perjuangan: 11,6 persen

        3. Partai Golkar: 10,7 persen

        4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 6,1 persen

        5. Partai Demokrat: 5,9 persen

        6. Partai Amanat Nasional (PAN): 5,8 persen

        7. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 4,6 persen

        8. Partai NasDem: 4,2 persen

        9. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 2,9 persen

        10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 1,6 persen

        11. Partai Gerakan Rakyat: 0,9 persen

        12. Partai Gelora: 0,8 persen

        13. Partai Hanura: 0,2 persen

        14. Partai Perindo: 0,0 persen

        15. Partai Ummat: 0,0 persen

        16. Partai Buruh: 0,0 persen

        17. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,0 persen

        18. Partai Garuda: 0,0 persen

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: