Deddy Sitorus Balas Relawan Gibran yang Tuduh PDIP Benci Jokowi: Kami Tak Suka Berurusan dengan Barang Bekas!
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus menyindir relawan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Andi Azwan, yang menuding partainya membenci Gibran dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) karena kalah dalam Pilpres 2024.
Deddy menilai pihak yang masih memperdebatkan kontestasi tersebut justru belum beranjak dari persoalan politik dua tahun lalu.
"Pilpres sudah lama berlalu, pilpres berikutnya sudah di depan mata, sementara mereka masih membeku di tahun 2024," kata Deddy kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Deddy menegaskan, PDIP sudah lama tidak lagi mempersoalkan Jokowi. Ia menyebut Jokowi beserta keluarganya telah dikeluarkan dari keanggotaan partai dan tidak lagi menjadi bahan pembahasan internal.
"PDI Perjuangan sudah lama move on dari urusan pilpres. Jokowi dan keluarganya sudah lama dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan. Jokowi dan keluarganya tidak pernah sekalipun jadi bahan diskusi internal PDI Perjuangan, kecuali dalam sekolah Partai di mana kasus pengkhianatan mereka dijadikan bahan case study bagi kader-kader muda," kata dia.
Baca Juga: PKS Galang Fraksi DPR soal Ijazah Gibran, Petinggi PSI Minta Pikir Ulang
Deddy kemudian melontarkan kritik keras kepada Andi Azwan. Ia menyebut pernyataan relawan tersebut sebagai gambaran pemimpin yang dikelilingi orang-orang yang hanya mencari keuntungan dari kekuasaan.
"Andi Aswan itu adalah contoh paling gamblang ketika seorang pemimpin dikelilingi para penjilat dan kaum medioker. Orang-orang seperti mereka banyak dipelihara selama masa kekuasaan Jokowi. Mereka para petualang dan parasit kekuasaan yang buta hati, buta nalar dan hanya mementingkan interest pribadi untuk berbiak di ketiak kekuasaan," ucap dia.
Deddy juga membantah anggapan bahwa PDIP masih mencampuri urusan Jokowi dan keluarganya. Ia menegaskan hubungan politik antara partainya dan mantan presiden tersebut telah berakhir.
"Saya tegaskan bahwa PDIP tak pernah turut campur urusan Jokowi dan keluarga. Kalau kita melakukan itu, mungkin mereka sudah terpuruk lebih jauh dan lebih cepat! Berdoa saja agar tetap seperti itu karena kami tidak suka berurusan dengan barang bekas. Jokowi dan PDI Perjuangan sudah lama end, jadi tidak usah dikait-kaitkan," tutur dia.
Pernyataan Deddy tersebut merupakan respons atas kritik Andi Azwan terhadap sikap PDIP mengenai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam catatan evaluasinya, PDIP menyoroti polemik ijazah Gibran yang dinilai menjadi beban bagi pemerintahan. Andi menilai pernyataan tersebut berpotensi menggiring opini publik secara keliru karena Prabowo dan Gibran maju sebagai pasangan calon dalam Pilpres 2024.
"Ya kan sejarahnya ini kan kita bicara ini bukan dikatakan bahwa itu oleh Presiden. Ini kan paslon, pasangan, paket. Dia mesti paham juga. Janganlah menggiring opini publik untuk menyesatkan hal tersebut," kata Andi kepada wartawan, Sabtu (24/10).
Andi kemudian mengaitkan sikap PDIP tersebut dengan kekalahan partai itu dalam kontestasi Pilpres 2024.
Ia menilai tudingan bahwa polemik ijazah Gibran membebani pemerintahan Prabowo-Gibran tidak tepat.
"Kita paham kalau kita bicara PDIP pasti sangat membenci Pak Jokowi dan Mas Gibran, karena kan mereka kalah dalam kontestasi pilpres kemarin. Jadi kalau dikatakan selama ini bahwa itu akan memberikan beban kepada pemerintahan Pak Prabowo, dia salah besar ini, gitu," ujarnya.
Pernyataan Andi tersebut kemudian dibalas Deddy dengan penegasan bahwa PDIP telah lama mengakhiri urusan politik dengan Jokowi dan keluarganya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti