Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Babak Belur! Amblas 1,22% ke Level 5.373

        IHSG Babak Belur! Amblas 1,22% ke Level 5.373 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (26/10/2026) di zona merah. IHSG merosot 66,16 poin atau 1,22% ke level 5.373,09, dari posisi penutupan sebelumnya di 5.439,26.

        Sepanjang perdagangan, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah. Indeks sempat mencicipi zona hijau, tetapi penguatannya tidak bertahan lama. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.453,30 sebelum merosot ke level terendah 5.349,75.

        Tekanan jual terlihat dari mayoritas saham yang berakhir melemah. Sebanyak 520 saham turun, sementara 161 saham menguat dan 112 saham lainnya tidak berubah.

        Di tengah pelemahan tersebut, aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 33,63 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,75 triliun. Sepanjang hari, tercatat sebanyak 1,83 juta kali transaksi di pasar saham Indonesia.

        Indeks Masih Dipengaruhi Tekanal Jual Investor Asing

        Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG berpeluang menembus level resistance terdekat di tengah sinyal teknikal positif. Namun, tekanan jual investor asing yang masih deras dan ketidakpastian rebalancing indeks MSCI menjadi tantangan bagi laju penguatan pasar saham domestik.

        “Secara teknikal, pergerakan IHSG berpeluang breakout atau menembus level resistance terdekat,” ujar dia dalam risetnya, Senin (26/10/2026).

        Indikator Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal positif, disertai peningkatan volume perdagangan. Penguatan juga didukung aksi bargain hunting investor lokal serta ekspektasi buyback saham oleh sejumlah emiten berkapitalisasi besar.

        Meski demikian, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan foreign net sell yang mencapai Rp1,62 triliun secara harian dan Rp120,57 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

        Baca Juga: IHSG Loyo di Sesi I, Terkoreksi 1% ke Level 5.384

        Baca Juga: Saham HSC Tak Lagi Masuk IHSG, BEI Pastikan Indeks Tak Anjlok

        Pelaku pasar juga mencermati reformasi pasar modal oleh OJK dan BEI, rencana pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026, serta pergerakan rupiah di level Rp18.080 per dolar AS.

        "Dinamika harga minyak mentah global dan ekspektasi keputusan suku bunga The Fed turut menjadi perhatian," kata Nafan.

        Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan ruang penguatan yang terukur.

        Adapun level support IHSG berada di 5.246 dan 5.111, sedangkan resistance berada di 5.455 dan 5.597. Investor disarankan mencermati saham berfundamental solid dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: