Kredit Foto: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus mendorong proses transformasi badan usaha milik negara (BUMN), khususnya dalam menekan angka kerugian yang sebelumnya mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan bahwa jumlah BUMN yang sebelumnya mencapai 1.074 perusahaan mencatat kerugian tak kecil, sekitar USD1,5 miliar atau setara Rp27,19 triliun setiap tahunnya.
"Sekitar 52% dari 1.074 perusahaan merugi. Jumlah kerugiannya mencapai USD1,5 miliar setiap tahun, total kerugian dari 52% perusahaan di bawah Danantara," jelasnya dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Tak hanya itu, Dony menyebut struktur perusahaan yang terlampau besar turut memicu pemborosan, atau inefisiensi hingga mencapai USD2 miliar atau setara Rp 36,26 triliun per tahun.
Hal ini diperparah oleh jumlah keuntungan perusahaan pelat merah yang hanya disumbangkan oleh segelintir korporasi. Atas dasar ini, Dony bertekad untuk memangkas BUMN yang kerap menyetor kerugian.
"Pada dasarnya, jika saya menutup perusahaan-perusahaan ini, secara langsung kita menghemat USD3,5 miliar per tahun. Sehingga akan lebih mudah bagi saya untuk mengatur hanya 8 perusahaan yang berkontribusi sekitar 97% dividen setiap tahunnya," tutur dia.
"Akan lebih baik bagi saya jika mengatur hanya 8 perusahaan daripada 1.074 perusahaan. Karena secara langsung dividen yang saya terima juga bakal lebih tinggi," tegas Dony.
Dengan adanya proses transformasi, Dony melaporkan BUMN kini sukses membukukan laba bersih konsolidasi hingga Rp214,9 triliun di sepanjang Januari-Oktober 2026. Jumlah tersebut naik 18,4% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Dony menilai capaian tersebut merupakan buah hasil dari transformasi perusahaan pelat merah yang tengah dilakukan oleh Danantara. "Transformasi yang sudah kita lakukan memberikan hasil," ujar dia dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Danantara Bikin Aturan Larang Pejabat BUMN Dikawal Ajudan dan Patwal
Baca Juga: Bos Danantara Temui Raksasa China, Bahas Nikel dan Baja Tahan Karat
Beberapa BUMN bahkan mencatatkan lompatan laba bersih pada delapan bulan pertama 2026. Dony mencontohkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang sukses membukukan kenaikan net profit hingga 427%, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai 233%.
"Semen Indonesia membukukan keuntungan, kenaikan
keuntungan 427%. Dan Pupuk Indonesia, kita ganti model bisnisnya ya, dan kita kelola kenaikan pendapatan bersih 233%," terang dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan