JK Percaya Ijazah Jokowi Asli, tetapi Masih Bertanya: Kenapa Tak Ditunjukkan?
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pertanyaan mengenai alasan ijazah Joko Widodo tidak diperlihatkan kepada publik menjadi pokok yang kembali disoroti Jusuf Kalla (JK). Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu mengaku percaya ijazah Jokowi asli, tetapi mempertanyakan mengapa dokumen tersebut tidak ditunjukkan di tengah polemik yang terus berkembang.
“Kenapa tidak mau ditunjukkan?” kata JK dalam perbincangan bersama Johan Budi di kanal YouTube The Johan Budi Podcast yang dikutip Senin (26/10/2026).
JK menegaskan bahwa dirinya tidak berada di pihak yang menyatakan ijazah Jokowi palsu. Ia bahkan membandingkan pandangannya dengan Roy Suryo yang selama ini mempertanyakan keaslian dokumen tersebut.
“Kalau Roy Suryo mengatakan bahwa palsu, saya mengatakan tidak,” ujarnya.
Bagi JK, persoalan yang ia sampaikan bukanlah tuduhan bahwa ijazah Jokowi tidak asli. Ia justru meyakini dokumen tersebut asli, tetapi merasa pertanyaan mengenai alasan dokumen itu tidak diperlihatkan perlu dijawab.
“Apa yang salah dengan statement saya?” ujar JK.
Dalam percakapan itu, Johan Budi yang merupakan mantan juru bicara presiden era Jokowi menyampaikan alasan dari pihak Jokowi bahwa media sosial saat ini dipenuhi hoaks. Namun, JK tidak mengalihkan fokusnya dari pertanyaan mengenai keterbukaan dokumen tersebut.
Ia juga mengaku heran karena pernyataannya justru menimbulkan keberatan hingga pihak Jokowi menggelar konferensi pers. JK kemudian menegaskan bahwa dirinya merasa sedang membela Jokowi, bukan menyerangnya.
“Saya justru membela Jokowi sebenarnya,” tegasnya.
Polemik ijazah tersebut turut berdampak pada hubungan personal JK dengan mantan presiden itu. JK mengakui hubungan keduanya kemungkinan sedikit renggang setelah persoalan tersebut mencuat, meski ia menyebut hubungannya dengan sejumlah tokoh lain, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto, masih baik.
Di luar perdebatan mengenai ijazah, JK juga membantah tuduhan bahwa dirinya memberikan Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan pihak lain untuk mempersoalkan dokumen Jokowi. Ia mengaku geram karena namanya dikaitkan dengan tuduhan pendanaan tersebut.
“Menuduh saya macam-macam. Saya marah juga, sehingga saya adukan ke polisi,” katanya.
Kuasa hukum JK sebelumnya melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Mabes Polri pada Senin (6/4/2026) atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu berkaitan dengan tuduhan bahwa JK memberikan uang Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan pihak lain.
Dalam penjelasannya di podcast, JK tidak membeberkan perkembangan lebih lanjut mengenai laporan tersebut. Ia kembali menempatkan pertanyaan mengenai ijazah sebagai inti persoalan yang disorotnya, sembari menegaskan keyakinannya bahwa dokumen Jokowi asli.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: