Kredit Foto: Ist
International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) resmi menuntaskan program Coffee Master Trainer Upgrade (Coffee MUG) setelah lima tahun pelaksanaan.
Sejak Oktober 2021, program ini telah melatih 5.156 petani kopi di empat provinsi Indonesia dan mencatat peningkatan produktivitas sebesar 13,7%.
Program yang ditutup di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 20 Oktober 2026 ini berfokus pada penerapan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) melalui jaringan Master Trainer (MT) lokal.
Coffee MUG menjangkau 234 kelompok tani di 157 desa di Aceh Tengah, Kabupaten Karo, Kerinci, dan Toraja Utara. Sebanyak 37 persen peserta pelatihan merupakan perempuan.
Ketua Dewan Eksekutif SCOPI, Irvan Helmi, mengatakan peningkatan produktivitas tersebut menunjukkan potensi program dalam memperbaiki kesejahteraan petani dan memperluas akses kopi Indonesia ke pasar ekspor.
“Dengan mempertahankan dan berpotensi memperluas program ini, kita dapat mengharapkan terciptanya efek pengganda positif yang lebih luas di seluruh masyarakat,” kata Irvan.
Sementara itu, General Manager Trade & Business Development ITFC, Nasser Al-Thekair, yang mewakili CEO ITFC Eng. Adeeb Yousuf Al Aama, menyebut dampak program diharapkan berlanjut melalui para petani dan pelatih lokal.
Program ini mengidentifikasi 16 Master Trainer bersertifikat nasional dan 11 calon Master Trainer. Mereka diharapkan terus membagikan pengetahuan serta mendampingi petani setelah program berakhir.
Untuk mendukung keberlanjutan pelatihan, Coffee MUG juga mengembangkan kurikulum agroforestri kopi, video pembelajaran elektronik, serta sistem digital untuk pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pertanian.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, ITFC, SCOPI, petani, dan sektor swasta dapat berlanjut melalui program konkret. Perwakilan Pemerintah Kabupaten Karo, Johan Ginting, juga menekankan pentingnya pendampingan Master Trainer untuk meningkatkan mutu kopi melalui praktik budidaya dan pascapanen berkelanjutan.
Penutupan program di Karo ditandai dengan peluncuran panduan Master Trainer, pemberian penghargaan kepada para pelatih, pameran usaha kopi, serta kunjungan ke lahan percontohan di Desa Lepar Samura untuk melihat praktik budidaya, peremajaan kebun, dan pengolahan pascapanen.
Melalui pencapaian tersebut, ITFC dan SCOPI berharap peningkatan kapasitas petani dan keberlanjutan jaringan pelatih lokal dapat memperkuat produktivitas serta daya saing kopi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: