Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elon Musk Ramal 200 Perusahaan AI Bangkrut, Utang Rp723 Triliun Jadi Sorotan

        Elon Musk Ramal 200 Perusahaan AI Bangkrut, Utang Rp723 Triliun Jadi Sorotan Kredit Foto: Cloudera
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Elon Musk memperingatkan lebih dari 200 perusahaan penyedia komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi gulung tikar atau mengalami konsolidasi. Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan pendanaan dan biaya infrastruktur yang membayangi industri AI.

        Musk menyampaikan pandangannya melalui media sosial X pada Minggu (25/10/2026). Menurutnya, perusahaan penyedia layanan komputasi AI atau neocloud menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan bisnis, terutama jika terlalu bergantung pada pendapatan pusat data.

        “Lebih dari 200 perusahaan neocloud akan mengalami kehancuran dan konsolidasi besar-besaran. Sebagian akan bertahan, tetapi jumlahnya tidak banyak,” tulis Musk.

        Perusahaan neocloud merupakan penyedia kapasitas komputasi berperforma tinggi yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI. Bisnis ini membutuhkan modal besar untuk membeli chip, membangun pusat data, serta menyediakan infrastruktur pendukung.

        Di tengah kondisi tersebut, Musk mengungkapkan bahwa SpaceX telah memperoleh pembiayaan utang sebesar US$40 miliar atau sekitar Rp723,6 triliun untuk pengadaan unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) yang digunakan dalam pengembangan AI.

        Musk juga menyoroti semakin sulitnya perusahaan memperoleh pendanaan apabila tidak memiliki sumber pemasukan lain di luar bisnis pusat data AI.

        “Dalam beberapa minggu terakhir, pasar utang hampir sepenuhnya menutup akses pendanaan bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber pendapatan signifikan di luar pusat data AI,” tulisnya.

        Situasi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pemberi pinjaman dan investor terhadap perusahaan AI yang membutuhkan belanja modal besar, tetapi belum mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten. Biaya pengadaan chip, pembangunan pusat data, dan pembayaran bunga pinjaman menjadi tantangan bagi keberlanjutan bisnis mereka.

        Baca Juga: 2 Eks Pemain Manchester United Bela Michael Carrick di Tengah Isu Pemecatan

        Tekanan pasar turut terlihat pada pergerakan saham sejumlah perusahaan komputasi AI. Pada perdagangan prapasar Senin (26/10/2026), saham CoreWeave turun sekitar 4,5 persen, Nebius Group melemah 3,4 persen, dan IREN terkoreksi 3,3 persen.

        Selain itu, perusahaan riset Gartner memperkirakan sekitar 80 persen perusahaan neocloud berpotensi menghentikan operasinya secara mandiri pada 2032 akibat tekanan utang dan persoalan profitabilitas.

        Meski demikian, peringatan tersebut tidak berarti permintaan terhadap teknologi AI akan hilang. Tantangan utama industri ini terletak pada kemampuan perusahaan menyeimbangkan besarnya investasi infrastruktur dengan pendapatan yang dihasilkan.

        Pernyataan Musk pun menambah perhatian terhadap risiko finansial di sektor AI. Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan dengan arus kas kuat, akses pendanaan berkelanjutan, dan sumber pendapatan yang beragam dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: