Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa pengeluaran 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan mengurangi total kapitalisasi pasar bursa.
Direksi Pengembangan BEI, Iding Pardi, menjelaskan bahwa saham-saham HSC memiliki kapitalisasi pasar sekitar 30% dari total kapitalisasi pasar saham di BEI. Namun, bobotnya dalam perhitungan IHSG hanya sekitar 18%.
"Bobot saham HSC dalam IHSG sekitar 18%, dengan market cap sekitar 30% dari total market cap," ujar Iding dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (27/10/2026).
Penegasan ini menjawab kekhawatiran pasar terkait dampak pengeluaran puluhan saham HSC dalam proses penyesuaian atau rebalancing IHSG, terutama terhadap kapitalisasi pasar bursa secara keseluruhan.
Iding menekankan bahwa pengeluaran saham HSC hanya mengubah komponen yang diperhitungkan dalam IHSG, bukan menghapus saham-saham tersebut dari pencatatan bursa.
Untuk itu, kapitalisasi pasar BEI tetap mencakup seluruh saham perusahaan tercatat, termasuk saham yang masuk kategori HSC.
Baca Juga: Saham HSC Tak Lagi Masuk IHSG, BEI Pastikan Indeks Tak Anjlok
Baca Juga: BEI Rombak Komite HSC, Bos Mandiri Sekuritas hingga UBS Turun Tangan
Baca Juga: Komite HSC Dirombak! BEI Libatkan Bos Sekuritas hingga Investor Asing
"Dengan keluarnya HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan. Karena saham-saham HSC tersebut hanya dikeluarkan dari perhitungan IHSG," jelasnya.
Ia menambahkan, kapitalisasi pasar tetap dihitung berdasarkan seluruh saham yang tercatat di bursa, tanpa mengecualikan saham HSC.
"Adapun market cap dihitung dari semua saham, termasuk saham HSC," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan