Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tren Micro Drama Menguat, Penayangan di YouTube Tembus 6,5 Miliar

        Tren Micro Drama Menguat, Penayangan di YouTube Tembus 6,5 Miliar Kredit Foto: Unsplash/Szabo Viktor
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penayangan konten micro drama di YouTube Indonesia meningkat lebih dari 40% secara tahunan selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya minat penonton terhadap serial berdurasi pendek yang berkembang seiring popularitas video vertikal.

        Berdasarkan data YouTube yang dikutip Selasa, (27/10), secara global, micro drama di YouTube mencatat lebih dari 6,5 miliar penayangan sepanjang paruh pertama 2026. Waktu tonton konten tersebut juga meningkat lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada konsumsi melalui perangkat seluler. Penayangan micro drama melalui televisi turut meningkat lebih dari 90% secara tahunan pada paruh pertama 2026.

        Di kawasan Asia Pasifik, penayangan konten terkait micro drama meningkat lebih dari 70% secara tahunan selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Waktu tonton konten tersebut juga tumbuh lebih dari 70% di berbagai pasar kawasan tersebut.

        Indonesia menjadi salah satu pasar yang mencatat pertumbuhan, meskipun angkanya masih berada di bawah sejumlah negara lain. India dan Vietnam masing-masing membukukan kenaikan penayangan lebih dari 150%, sedangkan Korea Selatan mencatat pertumbuhan lebih dari 130%.

        Baca Juga: Era AI Mengguncang Microsoft, 60.000 Karyawan Ditawari Pensiun Dini

        Sementara itu, penayangan micro drama di Jepang dan Thailand meningkat lebih dari 70%, sedangkan Taiwan mencatat pertumbuhan lebih dari 35% dalam periode yang sama.

        Dari sisi waktu tonton, Indonesia mencatat kenaikan lebih dari 20%. Adapun Jepang mengalami pertumbuhan lebih dari 300%, Vietnam lebih dari 250%, India lebih dari 150%, Korea Selatan lebih dari 100%, Thailand lebih dari 90%, dan Taiwan lebih dari 40%.

        Micro drama merupakan format serial dengan episode berdurasi singkat yang mengandalkan alur cerita cepat untuk mempertahankan perhatian penonton. Format ini berkembang seiring meningkatnya penggunaan video pendek, termasuk melalui YouTube Shorts.

        Pertumbuhan tersebut juga membuka peluang distribusi bagi kreator dan studio untuk menjangkau penonton lintas negara. Melalui platform digital, konten dapat dipublikasikan dan dimonetisasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi media tradisional atau membangun aplikasi tersendiri.

        YouTube juga mengandalkan katalog video yang dapat ditemukan kembali setelah pertama kali dipublikasikan. Berdasarkan data perusahaan, sekitar 40% penayangan dan 30% klik terjadi lebih dari 30 hari setelah video diunggah.

        Pola tersebut memungkinkan konten serial tetap menjangkau penonton dalam jangka waktu lebih panjang. Pendapatan kreator dapat berasal dari iklan melalui skema advertising-based video on demand (AVOD) maupun langganan.

        Untuk mendukung format serial berdurasi pendek, YouTube memperkenalkan fitur Shorts Series yang memungkinkan kreator mengelompokkan video Shorts ke dalam musim dan episode. Fitur tersebut juga mencakup thumbnail khusus dan pemutaran episode secara berurutan agar penonton lebih mudah mengikuti kelanjutan cerita.

        Perusahaan juga berencana memperbarui pengalaman menonton episode khusus pelanggan melalui perangkat seluler. Dengan pembaruan tersebut, penonton dapat bergabung sebagai pelanggan kanal untuk melanjutkan tontonan ke episode berikutnya tanpa harus meninggalkan konten yang sedang diputar.

        Di sisi distribusi global, YouTube menyediakan sejumlah fitur pendukung, termasuk trek audio multibahasa dan subtitle yang dilokalisasi menggunakan kecerdasan buatan (AI). Fitur ini dapat membantu kreator menjangkau audiens di luar negara asal tanpa sepenuhnya bergantung pada bahasa asli produksi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: