Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
Kebebasan menyampaikan pendapat menjadi bagian penting dalam demokrasi, tetapi masyarakat diingatkan agar tidak membiarkan perbedaan pandangan berujung pada provokasi. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Johnny menegaskan, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat yang harus dihormati. Kritik dan perbedaan pandangan, menurut dia, justru menjadi bagian dari demokrasi yang sehat selama tetap memperhatikan kepentingan bersama dan hak masyarakat lainnya.
“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” kata Johnny dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Cak Imin Klaim 1,1 Juta Warga Keluar dari Miskin Ekstrem
Ia menjelaskan, Polri mengedepankan pelayanan yang humanis melalui komunikasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan baik. Namun, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk menjaga ketertiban, menghormati sesama, dan memastikan hak setiap warga tetap terpenuhi.
Imbauan tersebut tidak hanya berlaku ketika masyarakat turun ke jalan, tetapi juga saat beraktivitas di media sosial. Johnny mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menerima informasi dan tidak langsung menyebarkannya tanpa memastikan kebenarannya.
Menurutnya, informasi yang tidak utuh, potongan video tanpa konteks, hingga narasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman apabila dipercaya dan disebarluaskan begitu saja.
Karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber informasi, memahami konteks, serta merujuk pada sumber tepercaya sebelum menarik kesimpulan.
Baca Juga: Minyak Dunia Fluktuatif, Ini Perintah Prabowo soal Nasib Harga BBM
Johnny menegaskan bahwa ruang demokrasi perlu dijaga bersama, baik di dunia nyata maupun digital. Media sosial, kata dia, seharusnya menjadi tempat bertukar gagasan dan menyampaikan kritik secara konstruktif, bukan dimanfaatkan untuk menyebarkan provokasi.
“Pastikan informasi yang kita terima benar sebelum membagikannya. Mari gunakan media sosial secara bertanggung jawab, tetap kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Menjaga ruang digital yang sehat merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ungkap Johnny.
Ia juga mengingatkan bahwa kedewasaan dalam berdemokrasi tidak hanya diukur dari keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga dari kemampuan menghargai perbedaan.
“Demokrasi bukan hanya tentang keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga kedewasaan dalam menghormati perbedaan. Polri bersama masyarakat, mari kita jaga agar aspirasi tersampaikan, pelayanan berjalan baik, dan kehidupan bermasyarakat tetap aman serta damai,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: