Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Puncak Nataru Diprediksi Terjadi 23-24 Desember 2026, Arus Balik 3-4 Januari 2027

        Puncak Nataru Diprediksi Terjadi 23-24 Desember 2026, Arus Balik 3-4 Januari 2027 Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusun langkah strategis guna mengantisipasi kepadatan mobilitas masyarakat di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, dimana puncak pergerakan pada arus mudik diprediksi terjadi pada 23-24 Desember 2026, dan arus balik per 3 Januari 2027.

        Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyatakan koordinasi dan komunikasi menjadi kunci pengaturan mobilitas di lapangan.

        "Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27-28 Desember 2026," ujar Aan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

        Adapun untuk puncak pergerakan sebelum Tahun Baru 2027 diprediksi pada tanggal 30-31 Desember 2026, dan pasca Tahun Baru diprediksi pada tanggal 3-4 Januari 2027.

        Sebagai antisipasi, Kemenhub bakal memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan, mulai dari jalan utama, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara. 

        "Kita perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Harus dilakukan pemetaan titik rawan dan skema pengalihan arus dengan keselamatan menjadi prioritas utama," imbuh Aan.

        Selain kepadatan lalu lintas, Kemenhub juga bakal melakukan inspeksi keamanan secara berkala (rampcheck) kepada transportasi umum jarak jauh, khususnya bus antar kota antar provinsi (AKAP), untuk memitigasi potensi terjadinya kecelakaan.

        "Di sektor perhubungan darat, kita akan memastikan kesiapan angkutan orang dengan dilakukan rampcheck di antaranya bus AKAP dan pariwisata. Akan dilakukan pemeriksaan pengemudi, kesiapan terminal, pemetaan titik rawan kecelakaan dan titik rawan kemacetan, serta pengawasan kendaraan angkutan barang," ungkapnya.

        Baca Juga: Kemenhub Usul WFA 3 Hari di Nataru 2026/2027

        Baca Juga: Kemenhub Siapkan Pembatasan Truk Sumbu 3 Saat Nataru, Ini Jadwalnya

        Oleh karenanya, Aan mengimbau seluruh operator untuk wajib mengoperasikan kendaraan atau armada yang laik operasional, mematuhi kapasitas angkut, melakukan inspeksi keselamatan secara konsisten dan menyediakan fasilitas atau alat keselamatan yang memadai.

        Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan memaparkan kesiapan sarana dan prasarana transportasi darat. Di antaranya 115 Terminal Tipe A, 32.398 armada bus, serta 51 unit UPPKB yang direncanakan akan difungsionalkan sebagai rest area.

        "Untuk kegiatan inspeksi keselamatan pada armada bus rencana dilakukan pada tanggal 10 November 2026 hingga 3 Januari 2027 dengan target sekitar 23 ribu kendaraan," jelas Rudi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: