Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Minta Riset Vaksin Malaria Dipercepat, BRIN Targetkan 3 Tahun Lebih Awal

        Prabowo Minta Riset Vaksin Malaria Dipercepat, BRIN Targetkan 3 Tahun Lebih Awal Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat penelitian vaksin malaria. BRIN menargetkan pengembangan vaksin tersebut dapat selesai tiga tahun lebih cepat dari rencana awal.

        Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, percepatan riset itu akan didukung pemerintah, termasuk untuk mendorong produksi vaksin malaria di Indonesia.

        Saat ini, terdapat sekitar lima hingga enam kandidat vaksin potensial yang tengah dikembangkan. BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan PT Bio Farma dalam proses penelitian tersebut.

        Arif menjelaskan, riset vaksin malaria menjadi penting karena sejumlah parasit yang beredar di Indonesia memiliki karakteristik khusus. Salah satunya adalah Plasmodium vivax, yang menurutnya hingga kini belum memiliki vaksin.

        Ia berharap pengembangan vaksin tersebut dapat menjadi kontribusi Indonesia bagi kesehatan masyarakat dunia. Prabowo juga menginginkan hasil riset dalam negeri dapat dimanfaatkan secara luas.

        BRIN Kembangkan 19 Kandidat Obat Herbal

        Selain vaksin malaria, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian obat di Indonesia. Potensi bahan herbal dalam negeri juga menjadi salah satu bidang yang didorong untuk dikembangkan.

        Arif menyebut BRIN saat ini memiliki 19 kandidat obat herbal yang dipersiapkan untuk menuju kategori fitofarmaka.

        Sebagian kandidat tersebut masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT). Untuk mencapai status fitofarmaka, produk harus melalui pengujian yang membuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah.

        Baca Juga: Ada Proyek Besar AI di Jatiluhur, Dedi Mulyadi Sampai Kerahkan BRIN dan Akademisi

        Pengujian tersebut mencakup uji praklinik pada hewan percobaan dan uji klinik pada manusia.

        BRIN kini berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjalankan proses pengujian tersebut.

        Melalui percepatan riset vaksin dan pengembangan obat herbal, pemerintah mendorong pemanfaatan kemampuan penelitian dalam negeri untuk mendukung kemandirian sektor kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: