Kredit Foto: Istimewa
Di tengah polemik ijazah yang memunculkan dorongan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, muncul pengakuan bahwa Gibran disebut tidak terlalu berambisi menduduki posisi orang nomor dua di Indonesia.
Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, mengungkapkan bahwa Gibran sebenarnya ingin menuntaskan masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo sebelum melanjutkan karier politik di jenjang lebih tinggi.
Setelah itu, Gibran diperkirakan ingin melanjutkan karier politik dengan membidik kursi Gubernur Jawa Tengah, bukan langsung melangkah ke panggung nasional sebagai calon wakil presiden.
Baca Juga: Kasus Suket Pendidikan Gibran Memanas, Empat Pihak Nasibnya Terancam
Olehnya itu, keputusan Gibran maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 tidak sepenuhnya berangkat dari keinginannya sendiri. Ade menyebut Prabowo telah beberapa kali meminta Gibran bersedia menjadi pendampingnya melalui Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
"Ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri, sebetulnya ketika itu sudah empat kali Mas Gibran diminta oleh Prabowo melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden," kata Ade dalam tayangan Youtube Kompas TV, dikutip Rabu (28/10/2026).
Peta politik dan hasil survei elektabilitas disebut mengubah perhitungan tersebut. Nama Gibran berulang kali berada di posisi teratas di antara sejumlah tokoh yang dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden, termasuk Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir.
Situasi tersebut, menurut Ade, membuat Prabowo kembali meminta Gibran untuk mendampinginya. Permintaan itu bahkan disebut menjadi kali kelima, dengan Jokowi turut dilibatkan dalam proses pendekatan tersebut.
"Dia tuh sebetulnya nggak kepengin-kepengin banget maju sebagai wapres," ungkap Ade.
Baca Juga: PDIP Puji Polri soal Kasus Gibran: Bagus Sudah Penyidikan, Tinggal Tagih Satu Hal...
Pernyataan Ade ini menambah sorotan terhadap proses pencalonan Gibran pada Pilpres 2024, terlebih ketika polemik ijazah dan keabsahan dokumen pendidikannya terus menjadi perdebatan publik. Sejumlah pihak diketahui mendorong agar persoalan tersebut ditindaklanjuti, termasuk melalui wacana pemakzulan.
Diberitakan sebelumnya, Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie juga menyampaikan bahwa Prabowo merupakan pihak yang meminta sekaligus memilih Gibran untuk menjadi pendampingnya dalam Pilpres 2024.
Menurut Jimly, fakta mengenai proses pencalonan itu perlu menjadi salah satu pertimbangan ketika publik membahas kemungkinan pergantian kepemimpinan di tengah masa jabatan.
"Waktu pencalonan, dia (Prabowo) sendiri yang minta. Kepada bapaknya (Jokowi) dan kepada Gibran sendiri. Mungkin bisa dikatakan calon yang saya pilih. Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih," kata Jimly dalam tayangan YouTube Total Politik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: