Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anggaran Bakom Prabowo Meroket 7.600%, PDIP: Rakyat Disuruh Berhemat, Tapi Jika Urusan Pencitraan...

        Anggaran Bakom Prabowo Meroket 7.600%, PDIP: Rakyat Disuruh Berhemat, Tapi Jika Urusan Pencitraan... Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Alokasi Anggaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Presiden Prabowo Subianto dialokasikan naik hingga menyentuh angka Rp1,945 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Lonjakan fantastis sebesar 7.600 persen dari pagu sebelumnya yang hanya berkisar Rp25,37 miliar tersebut dinilai sebagai bentuk hipokrisi tata kelola keuangan negara.

        Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli secara blak-blakan mengutuk postur anggaran yang dinilainya sudah di luar nalar tersebut. Ia menyoroti ironi tajam antara retorika penghematan yang kerap digaungkan presiden dengan realitas alokasi dana untuk lembaga kehumasan yang justru meledak hingga 77 kali lipat.

        Baca Juga: Di Balik Panas Indonesia-Singapura: Operasi Alihkan Kemarahan Rakyat dari Prabowo ke Tetangga?

        "Rakyat disuruh berhemat, daerah disuruh mengencangkan ikat pinggang, transfer ke daerah dipangkas habis-habisan, katanya efisiensi. Tapi untuk urusan pencitraan, keran anggaran dibuka lebar-lebar," kritik Guntur Romli mdikutip Rabu (28/10/2026).

        "Gila, benar-benar gila. Anggaran Bakom naik 7.600 persen, tidak tanggung-tanggung dari sebelumnya miliaran kini sudah triliunan. Dan itu hanya untuk pencitraan super mewah, bukan buat rakyat," tambahnya.

        Guntur mengibaratkan suntikan dana jumbo untuk lembaga tersebut layaknya upaya mendempul luka busuk dengan riasan kosmetik yang tebal. Alih-alih mengobati sumber penyakitnya, pemerintah dituding hanya peduli pada tampilan luar agar terlihat mulus di depan kamera. Ia mempertanyakan narasi keberhasilan apa yang hendak dipoles oleh mesin komunikasi pemerintah di tengah rentetan krisis yang saat ini mencekik leher rakyat.

        Secara tajam, politikus ini membeberkan daftar panjang kegagalan kabinet yang tak mungkin bisa ditutupi oleh infografis maupun buzzer seperti fundamental ekonomi yang buruk hingga carut marut dari Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

        "Ibu-ibu dan rakyat kecil menjerit, padahal perut lapar tidak bisa dikenyangkan dengan video sinematik. Harga yang naik tidak bisa diturunkan dengan infografis, jeritan rakyat tidak bisa dilawan dengan buzzer," tandasnya.

        Bagi Guntur, kinerja yang baik akan beresonansi dengan sendirinya di tengah masyarakat tanpa perlu dibantu mesin propaganda bernilai triliunan rupiah.

        "Anggaran Bakom itu hanya pemborosan uang rakyat. Polesan apa pun akan tetap luntur, busuk luka tidak bisa ditutupi," tegas Guntur.

        Di sisi lain, usulan kenaikan anggaran yang diajukan secara prinsip telah mendapat lampu hijau dari Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

        Baca Juga: PSI: Ya Allah, Ya Rasulullah, Bagaimana Partai Seperti Ini Ada di Koalisi Prabowo-Gibran

        Pemerintah berdalih dana hampir Rp2 triliun tersebut mendesak dicairkan untuk tiga pos utama: manajemen operasional kelembagaan Bakom, pelayanan komunikasi langsung presiden dan wakil presiden, serta peningkatan efektivitas diseminasi program strategis guna menangkal derasnya arus disinformasi di media sosial.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: