Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP Kritik Wamenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Transit Singapura dan Malaysia: Kebijakan Baper!

        PDIP Kritik Wamenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Transit Singapura dan Malaysia: Kebijakan Baper! Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli mengkritik pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak yang meminta jemaah umrah Indonesia menghindari penerbangan transit melalui Singapura dan Malaysia saat menuju Arab Saudi.

        Guntur menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadikan jemaah umrah sebagai sasaran kebijakan diplomasi dan ekonomi pemerintah. Ia juga mempertanyakan alasan keamanan yang digunakan untuk mendorong jemaah memilih penerbangan langsung atau maskapai nasional.

        “Ibadah umrah kok mau disandera diplomasi baper, Kemenhaj lagi cari alasan, yang disasar bukannya korporasi pembakar hutan, tapi jamaah umrah,” kata Guntur.

        Ia mempertanyakan alasan keamanan yang mendasari imbauan tersebut, terutama jika penerbangan transit melalui negara lain masih dianggap sebagai alternatif.

        “Kalau keamanan kenapa tapi transit di Dubai dan Doha, bukannya itu lebih berbahaya dengan pusaran konflik di Timur Tengah. ‘Kuala Lumpur lebih berbahaya dan Dubai lebih aman’, ini logika apa?” ujarnya.

        Guntur juga menyoroti alasan penguatan ekonomi nasional yang disampaikan Dahnil. Menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan dasar kebijakan yang mendorong jemaah menghindari dua negara tertentu demi mendukung perekonomian Indonesia.

        “Katanya demi devisa, kalau soal uang yang lari ke luar negeri, kenapa hanya dua negara yang sedang berseteru dengan kita. Ini bukan kebijakan ekonomi, ini kebijakan baper,” kata Guntur.

        Ia turut mengkritik alasan penguatan maskapai nasional melalui pengalihan penumpang ke Garuda Indonesia dan Lion Air.

        Menurut Guntur, pernyataan Dahnil yang meminta kedua maskapai memperbaiki pelayanan dan menawarkan harga kompetitif menunjukkan bahwa daya saing maskapai nasional masih menjadi pekerjaan rumah.

        “Katanya untuk memperkuat maskapai nasional, tapi Wamenhaj sendiri meminta Garuda dan Lion memperbaiki layanan dan harga, ini artinya pemerintah tahu mereka belum kompetitif,” ujarnya.

        Guntur menilai jemaah umrah berisiko hanya menjadi pasar yang diarahkan untuk kepentingan industri penerbangan nasional.

        “Jemaah cuma dijadikan pasar tawanan,” katanya.

        Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta jemaah umrah Indonesia menghindari transit melalui Singapura dan Malaysia ketika bepergian ke Arab Saudi.

        Ia menyarankan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah sebagai opsi yang dinilai lebih aman di tengah konflik di Timur Tengah.

        Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil pada Senin, 26 Oktober 2026. Ia mengungkapkan sekitar 70.000 jemaah umrah Indonesia selama ini menggunakan penerbangan transit melalui Singapura dan Malaysia.

        “Jika jumlah itu bisa dialihkan ke penerbangan nasional, maka akan turut mendorong perekonomian nasional,” kata Dahnil.

        Ia mendorong jemaah untuk mendukung maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Dahnil juga meminta kedua maskapai meningkatkan pelayanan serta menawarkan harga yang kompetitif.

        Selain itu, ia berharap operator perjalanan umrah di Indonesia mempertimbangkan aspek keamanan dan ekonomi ketika menentukan rute penerbangan bagi jemaah.

        Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Singapura pada 13 Oktober 2026 mengeluarkan imbauan kepada jemaah umrah untuk menunda rencana perjalanan ke Arab Saudi. Imbauan tersebut kemudian diperkuat oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada 14 Oktober 2026.

        MUIS meminta komunitas Muslim setempat meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan penundaan perjalanan selama risiko keamanan masih tinggi.

        Lembaga tersebut juga mendorong agen perjalanan umrah memberikan fleksibilitas berupa penundaan atau penjadwalan ulang perjalanan. Agen diminta menangani setiap kasus secara hati-hati, adil, dan penuh pengertian dengan mempertimbangkan dampak finansial yang mungkin ditanggung jemaah.

        “Kami menghargai kesabaran dan pengertian masyarakat, serta mendorong jemaah beserta keluarga untuk tetap berpedoman pada imbauan resmi seiring perkembangan situasi,” demikian pernyataan MUIS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: