Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Loyalis Jokowi: Saya Enggak Lihat Ijazah SMA, Tapi Lihat Yang S1

        Loyalis Jokowi: Saya Enggak Lihat Ijazah SMA, Tapi Lihat Yang S1 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kesaksian Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan menjadi sorotan dalam sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu terhadap Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

        Dikutip Kamis (28/10/2026), Lechumanan dalam persidangan mengklaim secara meyakinkan bahwa dirinya pernah melihat secara langsung fisik ijazah milik Jokowi. Momen tersebut diklaim terjadi saat ia menghadiri undangan gelar perkara khusus di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, September 2025.

        Pengakuannya tersebut berawal saat ia dicecar sebagai saksi pelapor oleh Kuasa Hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji. Ia mencecar saksi terkait detail jumlah dan jenis dokumen ijazah yang ditunjukkan oleh penyidik kepolisian di atas meja gelar perkara pada saat itu.

        "Pada saat barang bukti ijazah itu dibuka, saudara bisa pastikan enggak, ada berapa ijazah yang disampaikan penyidik kepada para peserta gelar perkara? Ada berapa ijazah?" tanya Ghafur Sangadji.

        Lechumanan lantas menjawab bahwa dokumen yang dibuka khusus hanya milik terlapor, yakni Jokowi.

        "Kalau enggak salah dua, ya. SMA sama S1 kalau enggak salah," ucapnya.

        Abdul Gafur langsung menembak dengan pertanyaan krusial untuk memastikan apakah saksi benar-benar mengamati kedua dokumen penting tersebut dengan saksama.

        "Dua, ya? Baik. Berarti saudara melihat langsung itu ijazah SMA dan S1 Pak Jokowi?" kejar Abdul Gafur.

        Jawaban Lechumanan mulai mengerucut dan mengindikasikan adanya kelemahan verifikasi visual secara menyeluruh. Ia mengakui bahwa perhatiannya tidak terbagi rata untuk kedua dokumen tersebut.

        "Saya enggak lihat yang SMA. Tapi saya lihat yang S1 saja. Di atas meja," aku Lechumanan.

        Tidak puas dengan jawaban tersebut, pihak terdakwa kembali menegaskan mengapa saksi mengabaikan ijazah sekolah menengah atas yang justru sering kali menjadi pangkal polemik di masyarakat luas.

        Namun Lechumanan beralasan bahwa keterbatasan waktu dan atensi membuatnya hanya menyeleksi dokumen tingkat akhir.

        "Saya enggak lihat cermat ya kalau yang sekolah menengah atas, ya, karena fokus saya kan yang ijazah S1," tukas Lechumanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: