Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Init-6 Masukkan Startup Infrastruktur AI Netra Runtime ke Portofolio Investasi

        Init-6 Masukkan Startup Infrastruktur AI Netra Runtime ke Portofolio Investasi Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Init-6, perusahaan modal ventura yang berfokus pada pendanaan tahap awal, memasukkan Netra Runtime ke dalam portofolio investasinya. Startup asal Indonesia tersebut mengembangkan infrastruktur inferensi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan menjalankan model AI secara lebih cepat dan efisien.

        Netra Runtime menyediakan teknologi yang dapat dijalankan pada infrastruktur graphics processing unit (GPU) milik pelanggan maupun melalui layanan komputasi awan atau cloud yang dikelola perusahaan tersebut.

        Founding Partner Init-6 Nugroho Herucahyono mengatakan, kebutuhan perusahaan dalam mengadopsi AI kini tidak hanya berkaitan dengan pemilihan model, tetapi juga efisiensi biaya dan pemanfaatan infrastruktur untuk menjalankan teknologi tersebut.

        “Lebih dari satu dekade membangun teknologi di Bukalapak mengajarkan saya bahwa biaya infrastruktur tidak pernah hanya soal hardware yang dibeli, tetapi seberapa baik software memanfaatkannya. Di era AI, pelajaran ini semakin penting,” ujar Nugroho dalam media briefing di University Club Jakarta, Kamis (29/10/2026).

        Baca Juga: dr. Asep Surya Atmaja Resmi Dilantik Jadi Bupati Bekasi Definitif 2025–2030

        Menurut dia, perusahaan perlu mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan pekerjaan melalui AI, selain kemampuan dan kecepatan model yang digunakan.

        Netra Runtime menawarkan dua skema layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pertama, private deployment yang memungkinkan perusahaan menjalankan perangkat lunak Netra pada infrastruktur GPU milik sendiri. Skema ini ditujukan bagi organisasi yang ingin mempertahankan kendali atas model AI dan data mereka.

        Kedua, Netra menyediakan layanan inferensi melalui Netra Cloud dengan antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API) yang kompatibel dengan OpenAI. Layanan ini menggunakan skema pembayaran berdasarkan jumlah token yang diproses, sehingga pelanggan tidak harus membeli dan mengoperasikan perangkat keras sendiri.

        Nugroho mengatakan, teknologi Netra dirancang untuk mendukung GPU dari AMD maupun NVIDIA. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengoptimalkan pemanfaatan perangkat keras yang tersedia untuk menjalankan model AI.

        Dari sisi penggunaan, Netra mencatat telah memproses lebih dari 288 miliar token hingga 28 Oktober 2026. Pada periode 21–27 Oktober 2026, platform tersebut mencatat rata-rata pemrosesan 6,14 miliar token per hari, dengan rekor tertinggi mencapai 12,47 miliar token dalam satu hari.

        Netra juga melaporkan memiliki 1.415 pengguna terdaftar dan 19 mitra.

        Dalam pengujian performa yang dipaparkan perusahaan, konfigurasi empat GPU AMD Instinct MI350X mencatat aggregate throughput sebesar 5.062 token keluaran per detik pada tingkat konkurensi 32. Angka tersebut dibandingkan dengan 2.870,2 token per detik pada konfigurasi dua GPU NVIDIA B300 dan 2.497,8 token per detik pada empat GPU NVIDIA B300.

        Sementara itu, pada tingkat konkurensi satu, kecepatan pemrosesan token keluaran per pengguna pada konfigurasi empat GPU AMD Instinct MI350X mencapai 1.152 token per detik. Adapun konfigurasi dua dan empat GPU NVIDIA B300 masing-masing mencatat 498,8 dan 608,6 token per detik.

        Hasil tersebut merupakan benchmark yang disampaikan Netra dan dapat berbeda bergantung pada model AI, perangkat keras, beban kerja, serta konfigurasi pengujian yang digunakan.

        Init-6 menilai pengembangan infrastruktur inferensi menjadi salah satu bagian dari perkembangan ekosistem AI di Indonesia. Selama ini, penggunaan model AI dan pengembangan aplikasi di atas API penyedia luar negeri menjadi salah satu pendekatan yang digunakan pelaku industri.

        Melalui investasi di Netra Runtime, Init-6 berharap perusahaan tersebut dapat menunjukkan kemampuan teknologinya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi, sekaligus memperluas penggunaan infrastruktur AI yang dikembangkan di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel:

        Berita Terkait