Pemerintah Gelontorkan Rp158,3 Miliar untuk Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games
Kredit Foto: Istihanah
Pemerintah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp158,3 miliar untuk bonus atlet dan pelatih berprestasi di ajang Asian Games dan Asian Para Games. Dari jumlah tersebut, Rp61,1 miliar dialokasikan untuk Asian Games, sedangkan Rp97,2 miliar untuk Asian Para Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, pencairan bonus tersebut telah dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dana bonus langsung ditransfer ke rekening masing-masing atlet.
“Total anggaran untuk Asian Games, jadi totalnya yang hari ini diberikan Rp158,3 miliar, di mana Rp61,1 miliar itu untuk Asian Games dan Rp97,2 miliar untuk Asian Para Games,” ujar Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Erick memastikan pencairan bonus telah dilakukan sehingga para atlet dapat mengecek langsung dana yang masuk ke rekening mereka. Rincian pembagian anggaran untuk atlet dan pelatih akan disampaikan lebih lanjut.
“Oh, luar biasa! Jadi, Pak Menkeu langsung mentransfer tadi pagi dan kemarin. Dan saya yakin dari panjat tebing, dari angkat besi, dari bulu tangkis, para cabor ketuanya sudah mengecek langsung,” katanya.
Menurut Erick, pemerintah juga mendorong para atlet untuk memahami pengelolaan keuangan agar bonus yang diterima dapat dimanfaatkan untuk masa depan.
Ia menyebut edukasi literasi keuangan menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan penghargaan atas prestasi olahraga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para atlet.
Baca Juga: Tegas! Erick Thohir Ancam Sanksi Klub Imbas Kerusuhan Suporter yang Marak di Super League
Selain pencairan bonus, Erick mengatakan pemerintah mulai mempersiapkan atlet untuk menghadapi Olimpiade melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dimulai sejak tahun ini.
Sejumlah cabang olahraga unggulan yang menjadi fokus persiapan meliputi angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan.
“Tadi saya sampaikan ke Bapak Presiden bahwa langkah berikutnya itu mempersiapkan untuk Olimpiade. Kita tahu beberapa cabang unggulan seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, panahan, kita akan mulai persiapkan yang namanya pelatnasnya mulai tahun ini,” ujar Erick.
Ia menambahkan, persiapan lebih awal tersebut didukung penggunaan anggaran multiyears sehingga pembinaan atlet tidak lagi hanya dimulai enam bulan sebelum kompetisi berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: