Hashim Bangga Rasio Utang Indonesia Baru 40%: Ini Kekuatan Kita, Jauh Kalahkan Amerika dan Jepang
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Indonesia menjadi sorotan karena di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, ketahanan fiskal negara justru tampil sebagai salah satu yang paling solid di dunia, bahkan mengalahkan Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo mengatakan data tersebut ia dapatkan dari lembaga keuangan internasional sekelas Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank).
Baca Juga: Adiknya Prabowo Panik Lihat Nasib IHSG: Kalau Modal Asing Kabur, Rupiah Bisa Tembus Rp22.000
Dengannya, ia membuktikan bahwa rasio utang sangat terkendali, bahkan jauh lebih sehat dibandingkan negara-negara adidaya.
Hashim membeberkan bahwa rasio utang negara terhadap produk domestik bruto (PDB) baru menyentuh level 40 hingga 41 persen. Angka ini mematahkan segala keraguan mengenai kapasitas fiskal negara dalam membiayai program-program strategis pemerintahan dari Prabowo Subianto.
"Menurut Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia. Itu kenyataan," ujar Hashim dikutip Jumat (30/10/2026).
Untuk memberikan perspektif yang jelas, ia menyandingkan rasio utang negara dengan rekam jejak negara-negara tetangga di kawasan, hingga negara maju yang kerap menjadi kiblat ekonomi dunia.
"Malaysia 61% dari GDP. Vietnam 57%, Thailand 54%. Amerika 120%. Jepang 250%. China 268%. Indonesia 40%," kata Hashim.
Bagi Hashim, kelonggaran ruang fiskal ini bukanlah sebuah kelemahan yang harus ditutupi, melainkan amunisi utama bagi negara untuk bermanuver di tengah krisis global.
"Ini adalah kekuatan kita. Utang negara termasuk utang pemerintah dan utang swasta itu 40%. 41% ini menurut Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia," tandasnya.
Hashim mengatakan para pelaku usaha dan investor tidak perlu khawatir soal fundamental ekonomi Indonesia. Menurutnya, hal itu berada dalam posisi menyerang yang sangat tangguh, bukan dalam posisi bertahan apalagi terancam kolaps.
Diketahui, Indonesia sebelumnya tercatat memiliki utang luar negeri yang telah mencapai US$459,3 miliar atau setara Rp8.120–Rp8.300 triliun di Agustus 2026.
Data yang dihimpun dalam bahan laporan menunjukkan utang luar negeri mencapai US$459,3 miliar di Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, utang pemerintah tercatat US$220,9 miliar, meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, utang swasta mencapai US$195,6 miliar, turun 0,8 persen secara tahunan.
Baca Juga: Peringatan Keras Hashim Djojohadikusumo: IHSG Hancur dari Dalam, Bukan Karena MSCI
Rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di level 30,9 persen. Struktur utang yang didominasi pinjaman jangka panjang menjadi salah satu alasan posisi tersebut dinilai masih terkendali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: