Mengunjungi Soekarno Hall, Jejak Diplomasi Bung Karno Diabadikan di Kompleks Makam Imam Bukhari, Uzbekistan
Kredit Foto: Istimewa
Kompleks Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, menyimpan jejak hubungan sejarah antara Indonesia dan Asia Tengah. Di kawasan tersebut terdapat Soekarno Hall, ruang memorial yang mengabadikan perjalanan diplomasi Presiden pertama RI, Soekarno, dalam mendorong pemugaran kawasan bersejarah itu.
Soekarno Hall diresmikan pada 4 September 2026 oleh Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBSRC), selaku pengelola kompleks makam. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan 70 tahun kunjungan kenegaraan pertama Soekarno ke Uzbekistan.
Ruang memorial yang dirancang menyerupai mini-museum itu menyimpan berbagai dokumentasi perjalanan Bung Karno ke Uzbekistan. Koleksinya antara lain foto-foto, memoar, catatan tangan, serta arsip digital dari era Uni Soviet.
Dokumentasi tersebut merekam hubungan diplomatik Soekarno dengan pemimpin Uni Soviet pada periode 1956–1961, termasuk dukungannya terhadap pemugaran kompleks Makam Imam Bukhari.
Keberadaan Soekarno Hall menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Samarkand. Rombongan wisatawan Indonesia yang mengikuti perjalanan bersama FAO Tour, misalnya, berkesempatan mengunjungi area khusus Soekarno Hall yang disebut biasanya dibuka untuk tamu kenegaraan.
Rombongan yang berjumlah 30 orang itu mendapat akses setelah terjalin komunikasi antara pemandu wisata dan relasi lokal di kompleks tersebut. Mereka tidak hanya mengunjungi area utama makam, tetapi juga melihat langsung dokumentasi sejarah hubungan Indonesia dan Uzbekistan.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bagaimana warga setempat masih mengenang peran Soekarno dalam sejarah kompleks makam. Rombongan wisatawan Indonesia mendapat sambutan hangat dari warga dan otoritas setempat.
Selain nilai sejarah diplomasi, kompleks makam ini juga menawarkan karakter arsitektur yang sederhana. Area pusara inti tidak didominasi bangunan monumental dengan ornamen besar. Makam Imam Bukhari justru tampil dengan gundukan tanah dan batu nisan sederhana yang menghadirkan suasana tenang.
Setelah mengunjungi area makam, wisatawan dapat melihat berbagai dokumentasi di Soekarno Hall. Kehadiran ruang memorial tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung Indonesia untuk mengenal kembali salah satu bagian dari sejarah hubungan diplomatik kedua negara.
Salah satu peserta perjalanan, Baim (31), mengaku awalnya mengikuti perjalanan terbuka bersama FAO Tour untuk menjelajahi destinasi wisata dan rute alternatif di luar Eropa Barat. Namun, kesempatan mengunjungi kompleks makam dan melihat Soekarno Hall secara langsung menjadi pengalaman tersendiri baginya.
Kunjungan ke kompleks Makam Imam Bukhari dengan demikian tidak hanya menawarkan wisata religi dan sejarah Islam, tetapi juga menghadirkan narasi mengenai hubungan Indonesia dengan Uzbekistan melalui kiprah diplomasi Soekarno.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: