Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PT Yih Quan Footwear Buka Peluang Kerja bagi 174 Pekerja Difabel

        PT Yih Quan Footwear Buka Peluang Kerja bagi 174 Pekerja Difabel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iklim industri di KEK Industropolis Batang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagai inisiatif kemanusiaan dari para pelaku usaha. Salah satunya ditunjukkan PT Yih Quan Footwear Indonesia yang berkomitmen menciptakan lingkungan kerja inklusif dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

        Dengan menjadikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Customer Code of Conduct sebagai landasan, perusahaan telah mempekerjakan 174 pekerja difabel atau sekitar 2,8% dari total 6.131 karyawan. Mereka menempati berbagai posisi operasional dengan mengedepankan prinsip kesetaraan kesempatan kerja.

        Proses penempatan pekerja dilakukan melalui pendekatan humanis dengan mempertimbangkan hasil asesmen klinis internal. Dengan demikian, setiap pekerja dapat menjalankan tugas sesuai kondisi medis dan kebutuhannya tanpa harus melampaui batas kemampuan fisik masing-masing.

        Komitmen perusahaan dalam memenuhi hak pekerja tersebut ditegaskan oleh HR PT Yih Quan Footwear Indonesia, Hendri Aditya Wicaksono. Ia memastikan seluruh karyawan, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan.

        “Kami selalu membuka peluang sebesar-besarnya. Jangan pernah merasa minder dengan kekurangan yang kita punya. Tetaplah rukun antarsesama pekerja, rawat semangat, dan beranilah melangkah. Kami meyakini setiap individu yang punya potensi luar biasa patut didukung, dihargai, dan disejahterakan,” tuturnya.

        Budaya kerja inklusif tersebut juga diterapkan hingga lini produksi merek Converse dan Hoka. Ketua Tim Production Office, Masitoh, secara konsisten membangun budaya kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, sikap saling menghargai, dan semangat gotong royong.

        Ia memastikan tidak ada sekat sosial di antara para pekerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis. Masitoh mengaku bangga melihat kegigihan para pekerja difabel dalam menjalankan tugasnya. Mereka dinilai mampu memberikan kontribusi optimal bagi kelancaran operasional pabrik.

        Tidak hanya membangun lingkungan kerja yang suportif, perusahaan juga memperkuat komitmen inklusivitas melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satunya dengan menjalin kolaborasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

        Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas akses penyerapan tenaga kerja difabel sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus membangun motivasi calon tenaga kerja sejak dini. Melalui sinergi ini, perusahaan berupaya memberikan keyakinan kepada penyandang disabilitas bahwa dunia industri menyediakan kesempatan luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan berkarier.

        Dampak positif dari penerapan lingkungan kerja inklusif tersebut dirasakan langsung oleh para pekerja, di antaranya Devi Novitasari dan Fahrul Rozi. Selain memberikan fasilitas kerja yang mendukung, perusahaan juga meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan keterampilan secara berkelanjutan.

        Bagi Devi, kesempatan bekerja di lingkungan yang menerima dan memahami kondisinya memberikan pengalaman tersendiri. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perusahaan yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.

        Baca Juga: Puan Desak Evaluasi Total Perlindungan Anak Usai Kasus Bocah Difabel di Surabaya

        Baca Juga: Akselerasi Bisnis Bersama Pelatihan Sandiaga Uno, Nasi Bejeg Malangan Buka Peluang Kerja Kurir Difabel

        “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa bekerja di sini, karena perusahaan benar-benar mau menerima dan memahami kondisi saya. Lingkungan kerjanya sangat menghargai, sehingga saya bisa bekerja dengan nyaman,” ungkap Devi.

        Hal senada disampaikan Fahrul. Ia berharap pengalaman positif yang dirasakannya dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak menyerah pada keterbatasan.

        “Buat teman-teman difabel di luar sana, jangan pernah berkecil hati. Tetap semangat, terus asah potensi diri, dan buktikan bahwa kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

        Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan komitmen PT Yih Quan Footwear Indonesia dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh karyawan. Tidak sekadar memenuhi hak pekerja, perusahaan juga berupaya membuka peluang pengembangan karier secara berkelanjutan bagi talenta difabel.

        Komitmen ini sekaligus memperkuat peran PT Yih Quan Footwear Indonesia dalam mendorong terciptanya industri yang lebih inklusif di KEK Industropolis Batang. Perusahaan membuktikan bahwa dengan dukungan lingkungan kerja yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya, memberikan kontribusi, dan meraih prestasi profesional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: