Legenda Bayern Sebut Untung Besar Vinicius Jr Gagal Masuk 10 Besar Ballon d'Or 2026, Ada Dendam Kesumat?
Kredit Foto: Gemini/ Wahyu Pratama
Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaeus, melontarkan kritik keras terhadap Vinicius Junior setelah winger Real Madrid itu gagal menembus 10 besar finalis Ballon d'Or 2026. Matthaeus bahkan mengaku senang dengan hasil tersebut karena menilai perilaku pemain asal Brasil itu merugikan klubnya.
Dalam pemungutan suara Ballon d'Or 2026, Vinicius hanya menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 26 poin. Raihan itu terpaut jauh dari Harry Kane yang keluar sebagai pemenang dengan 1.055 poin dan Kylian Mbappe yang berada di posisi kedua dengan 1.027 poin.
Padahal, Vinicius mencatatkan 22 gol dan 14 assist sepanjang musim lalu. Namun, statistik tersebut tidak membuatnya mendapat posisi tinggi dalam pemungutan suara.
Matthaeus menilai persoalan Vinicius bukan sekadar performa di lapangan, melainkan juga sikap dan temperamennya. Ia bahkan membandingkan pemain Real Madrid tersebut dengan Kane yang dinilainya memiliki karakter berbeda.
"Kane itu seorang pria sejati, Vinicius bukan," sengat mantan pemenang Ballon d'Or ini dalam wawancaranya dengan BILD.
Kritik Matthaeus muncul setelah Vinicius kembali terlibat insiden kontroversial. Pemain internasional Brasil itu dijatuhi hukuman larangan bermain empat pertandingan setelah mendapat kartu merah akibat menjambak rambut pemain Villarreal.
Matthaeus juga menyoroti hasil yang diraih Real Madrid ketika Vinicius tidak bermain. Los Blancos mampu mencatatkan dua kemenangan beruntun dengan mengalahkan Sevilla 4-1 dan juara bertahan Barcelona 2-1 di kompetisi LaLiga.
Menurut Matthaeus, hasil tersebut menunjukkan Real Madrid justru bisa bermain lebih disiplin dan kompak tanpa kehadiran Vinicius. Ia menilai ego serta bahasa tubuh sang pemain menjadi persoalan bagi keharmonisan tim.
"Saya penasaran menyaksikan apa yang akan dilakukan Real Madrid dengan Vinicius. Timnya berfungsi lebih baik tanpa dia. Dia itu problematik, punya temperamen yang buruk. Citra publik dia tidak menguntungkan tim secara keseluruhan. Itulah mengapa saya senang dia tidak masuk dalam 10 finalis Ballon d'Or."
"Masalah klub itu adalah Vinicius. Ketika dia tidak ada, tim berfungsi dengan baik, lebih disiplin, semua pemain saling mendukung, mereka padu. Dengan dia, itu adalah ego yang sangat besar. Ego yang luar biasa, dan semua bahasa tubuhnya menunjukkan hal itu."
Baca Juga: Lamine Yamal: Tenang, Ballon d'Or Cuma Masalah Waktu
Mantan pemain Bayern Munich tersebut berharap manajemen Real Madrid segera mengambil tindakan terhadap Vinicius. Matthaeus bahkan menyebut presiden klub perlu memberikan teguran keras atau pelatih Jose Mourinho mencadangkan pemain berusia tersebut.
"Hal tersebut melukai tim dan klub. Saya berharap, untuk kebaikan Real Madrid, pada suatu saat presiden melakukan sesuatu, menegur dia, atau Mourinho mencadangkan dia," sembur Matthaeus tentang Vinicius Junior.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: