Ade Armando Sebut Prabowo-Megawati adalah 'Orang-Orang yang Tersingkir', Apa Maksudnya?
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Loyali Jokowi-Gibran, Ade Armando membahas kemungkinan koalisi antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP). Ia menilai peluang tersebut semakin terbuka seiring dinamika politik terkini, terutama terkait posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Ini sangat mungkin terjadi, nampaknya duet Prabowo-Gibran nampaknya akan hanya sampai 2029," kata Ade Armando dalam analisanya, 1 November 2026.
Ade Armando menyoroti analisis politikus senior PDIP Andi Widjajanto (Andi Wijayanto) yang menyebutkan bahwa persekutuan Gerindra-PDIP sangat mungkin terjadi. Andi menegaskan alasan utamanya adalah kemiripan ideologi serta peluang strategis menjelang Pilpres 2029.
Andi Widjajanto menyebut Gerindra sebagai partai dengan ideologi yang mirip PDIP, keduanya berakar pada nasionalisme. Ia bahkan menyebut Gerindra sebagai “Garuda Merah”.
Presiden Prabowo kemungkinan akan mencari pasangan baru untuk kontestasi berikutnya. Nama-nama seperti Ganjar Pranowo atau Puan Maharani disebut sebagai opsi yang mungkin muncul jika koalisi Gerindra–PDIP terwujud.
Ade menekankan bahwa hubungan Gerindra dan PDIP mencerminkan hubungan panjang antara Prabowo dan Megawati Soekarnoputri.
Keduanya pernah tersakiti di era Orde Baru: Prabowo sebagai menantu Soeharto yang kemudian disingkirkan, sementara Megawati menjadi simbol perlawanan. Kerja sama keduanya sudah dimulai sejak Pemilu 2009, ketika Prabowo menyatakan kesamaan visi ekonomi kerakyatan dengan PDIP.
"Pak Prabowo dia disingkirkan karena mengkhianati sang Mertua, Pak Harto, sementara itu Bu Mega adalah musuh Orde Baru dan simbol perlawanan," tambahnya.
Pernyataan Andi Widjajanto dinilai Ade sebagai isyarat publik yang sengaja dilontarkan untuk mengundang respons dari Gerindra, Presiden Prabowo, maupun aktor politik lainnya.
Dengan kursi DPR yang signifikan (PDIP 110 kursi dan Gerindra 86 kursi hasil Pemilu 2024), gabungan keduanya akan menjadi kekuatan politik yang sangat besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: