Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah pemeriksaan silang terhadap laporan free float dan kepemilikan saham perusahaan tercatat. Pengawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jumlah emiten yang mencapai 962 perusahaan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa banyaknya perusahaan tercatat membuat bursa perlu menerapkan metodologi pemeriksaan yang efektif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah random checking atau pemeriksaan secara acak dengan mempertimbangkan prioritas tertentu.
"Karena ada 962. Tentu harus ada metodologi yang efektif untuk memastikan itu," ujar Jeffrey dalam keterangannya saat ditemui wartawan di Gedung BEI pada Senin (2/11/2026).
Menurutnya, BEI akan mempertimbangkan rekam jejak pelaporan dan tata kelola perusahaan dalam menentukan prioritas pemeriksaan. Emiten yang selama ini dinilai memiliki kualitas pelaporan dan tata kelola yang baik dapat memperoleh prioritas pemeriksaan berbeda dibandingkan perusahaan lainnya.
"Tentu ada beberapa perusahaan yang dari track record-nya memang pelaporannya sudah baik. Kemudian perusahaan-perusahaan yang dari kelompok yang memang sudah selama ini membuktikan tata kelola baik, ya mungkin kita lebih tidak melakukan random checking di situ," jelasnya.
Meski menggunakan pendekatan berbasis prioritas, Jeffrey memastikan bahwa proses pemeriksaan tidak hanya terbatas pada kelompok emiten tertentu. BEI menargetkan seluruh perusahaan tercatat pada akhirnya tetap masuk dalam cakupan pemeriksaan silang data.
"Pasti akan menjangkau semua. Pada akhirnya akan menjangkau semua. Tetapi di awal ini tentu akan ada prioritas," tegasnya.
Baca Juga: Saham HSC Masih Muncul di IHSG, BEI Ungkap Penyebabnya
Baca Juga: IHSG Ambruk 7,03% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp721 Triliun
Ia menambahkan, penentuan prioritas tersebut akan menggunakan metodologi khusus untuk memastikan proses pemeriksaan data berjalan efektif.
"Dan untuk prioritas itu tentu ada metodologi yang digunakan untuk cross-checking data itu," lanjutnya.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keandalan data free float dan kepemilikan saham yang dilaporkan emiten. Data tersebut berkaitan dengan keterbukaan struktur kepemilikan saham dan menjadi salah satu informasi yang diperhatikan investor dalam menilai kondisi perdagangan saham di pasar modal.
Namun, BEI belum merinci jadwal pelaksanaan pemeriksaan, kriteria penentuan prioritas, maupun jumlah emiten yang akan diperiksa pada tahap awal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: