Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pasar modal semakin menjadi alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan kecil dan menengah untuk mengembangkan bisnis. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan, sebanyak 42 perusahaan yang tercatat di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berhasil memperoleh pendanaan dengan total nilai mencapai sekitar Rp2 triliun.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berskala kecil dan menengah memiliki peluang besar untuk mendapatkan tambahan modal melalui pasar saham.
Menurut Bagus, dari 43 perusahaan yang masuk dalam perkembangan Papan Akselerasi, satu perusahaan telah berhasil naik kelas ke Papan Pengembangan. Sementara itu, 42 perusahaan lainnya masih tercatat di Papan Akselerasi dan telah memperoleh pendanaan dari investor.
"Papan akselerasi ini 42 perusahaan yang sudah tercatat, sudah emiten, ini bisa mendapatkan pembiayaan, permodalan dari investor itu totalnya Rp2 triliun," ujar Bagus dalam kegiatan peluncuran Go Public Academy for SME di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pendanaan melalui pasar modal bisa menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin memperbesar skala usaha. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya bergantung pada pembiayaan konvensional untuk mengembangkan bisnisnya.
Untuk memperluas akses pendanaan tersebut, Kementerian UMKM bersama BEI terus mendorong perusahaan menengah agar memiliki kesiapan untuk menjadi perusahaan terbuka atau melakukan Initial Public Offering (IPO).
Upaya ini dilakukan melalui program Rise to IPO yang telah berjalan sejak 2025. Tahun ini, pemerintah kembali memperkuat pendampingan melalui peluncuran Go Public Academy for SME.
Program tersebut dirancang untuk membantu perusahaan menengah mempersiapkan berbagai aspek penting sebelum melantai di bursa. Mulai dari memperkuat fundamental bisnis, memperbaiki tata kelola perusahaan, menyiapkan laporan keuangan, hingga memahami mekanisme pendanaan melalui pasar modal.
Bagus menilai pengembangan perusahaan menengah menjadi salah satu perhatian penting pemerintah. Pasalnya, kelompok usaha ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan peluang pertumbuhan bagi usaha kecil di sekitarnya.
Namun, proses menuju IPO membutuhkan persiapan yang matang. Perusahaan tidak hanya dituntut memiliki prospek bisnis yang baik, tetapi juga harus memenuhi berbagai persyaratan dan standar sebagai perusahaan terbuka.
Karena itu, pendampingan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter), menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Kementerian UMKM juga mendorong keterlibatan perusahaan sekuritas yang berafiliasi dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI, untuk membantu calon emiten mempersiapkan penawaran saham perdana.
BEI Ingin Perusahaan Kecil Naik Kelas Melalui Pasar Modal
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ia berharap semakin banyak perusahaan kecil yang mampu tumbuh menjadi perusahaan menengah, kemudian berkembang menjadi perusahaan besar dengan kesiapan untuk mencatatkan sahamnya di BEI.
Baca Juga: BEI Kaji Insentif Pajak Emiten, Diskon Tarif 3% Disorot
Baca Juga: BEI Bakal Periksa Data Free Float 962 Emiten, Ini Caranya
Melalui program pembinaan dan pendampingan tersebut, Kementerian UMKM bersama BEI berupaya membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan menengah untuk mendapatkan modal dari investor.
Selain memperbesar peluang ekspansi bisnis, langkah ini juga diharapkan dapat mendorong perusahaan meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi.
Dengan semakin banyak perusahaan menengah yang mampu melantai di bursa, pasar modal diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi saham, tetapi juga menjadi salah satu mesin pertumbuhan dan penguatan dunia usaha nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan