Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Putusan MA Bahayakan Posisi Wapres Gibran, Kubu Jokowi Diprediksi Bakal Melawan dan 'Menyeret' Banyak Pihak

        Putusan MA Bahayakan Posisi Wapres Gibran, Kubu Jokowi Diprediksi Bakal Melawan dan 'Menyeret' Banyak Pihak Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, memperkirakan kubu Joko Widodo (Jokowi) akan melawan putusan Mahkamah Agung (MA) soal surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk lewat jalur hukum. 

        Prediksi itu ia sampaikan dalam dialog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (2/11/2026).

        Menurut Selamat, jalan mundur yang ideal secara politik kemungkinan tidak akan dipilih keluarga Jokowi. Ia memperkirakan mereka akan mencari celah hukum.

        “Saya melihat kemungkinan yang akan dilakukan oleh keluarga ini adalah bagaimana mencari sela terhadap hakim-hakim MA, termasuk kepada Subhan Palal ini. Mungkin Subhan Palal akan dilaporkan ke polisi, mungkin hakim Mahkamah Agungnya juga dilaporkan ke polisi atau apa,” kata Selamat.

        Ia menilai pola itu muncul karena kubu tersebut tidak punya pilihan lain. “Polanya begitu karena enggak ada lagi dia akan melawan seperti itu. Dan juga tentu saja dia akan coba melakukan perlawanan,” ujarnya.

        Selamat juga memperkirakan kubu Jokowi sudah menyiapkan langkah. “Saya kira mereka sekarang ini sudah melakukan konsolidasi untuk melakukan perlawanan-perlawanan,” katanya. 

        Ia menilai langkah hukum semacam itu bisa meluas. “Nanti pidana terhadap pejabat Kementerian Pendidikan, pidana juga terhadap KPU-nya segala macam, bisa langsung ke Bawaslu. Maka saya bilang ini akan menyeret banyak orang menjadi korban,” ujarnya.

        “Informasi yang saya terima, justru pihak Jokowi mengumpulkan para pengacaranya. Banyak sekali pengacara yang dikumpulkan untuk mencari, dalam tanda kutip, kriminalisasi terhadap orang-orang yang terkait ini,” demikian pernyataan dalam dialog tersebut.

        Selamat juga menilai kubu Jokowi akan menyeret nama Presiden Prabowo Subianto dalam perlawanan itu. 

        “Kelompoknya Jokowi selalu mengait-ngaitkan dengan Prabowo segala macam. Di dalam keputusan MK, di dalam keputusan MA itu juga tidak ada membawa-bawa nama Prabowo. Ini Prabowo dijadikan tameng oleh keluarga Jokowi supaya Prabowo menjadi sasaran,” ujarnya.

        Baca Juga: Dulu Solid Mendukung Jokowi dan Gibran, Pengamat Sebut Kini Tak Ada Partai yang Mau Pasang Badan

        Ia meminta publik memahami pola itu. “Saya kira publik juga harus bisa memahami ini adalah pola-pola yang akan dilakukan kubu Jokowi untuk melawan keputusan-keputusan ini,” katanya.

        Selamat mengingatkan risiko aksi tandingan. “Ini kemungkinan juga akan dilakukan demo-demo tandingan seperti ini. Artinya memang akan terjadi konflik horizontal. Ini harus dihindari,” ujarnya. Ia mengimbau agar pendukung tidak menggelar demo tandingan karena menurutnya akan memperkeruh suasana.

        Ia juga menyarankan pengamanan ditingkatkan. “Sejak hari ini juga menurut saya sudah harus dilakukan pengamanan yang luar biasa di sekeliling Jakarta,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: