Ini Daftar 7 Syarat Baru yang Diajukan Iran untuk Berunding dengan Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Iran menetapkan tujuh persyaratan yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum bersedia membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan damai. Teheran menegaskan tidak akan kembali ke meja diplomasi jika tuntutan tersebut belum dipenuhi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan secara terperinci tujuh persyaratan itu dalam percakapan pada Sabtu (31/10). Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyebut daftar tuntutan tersebut sebenarnya telah ditetapkan sejak September.
Saat itu, Rezaei baru mengungkapkan sebagian tuntutan, di antaranya penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dan larangan campur tangan Washington dalam urusan dalam negeri Teheran.
Rezaei menegaskan Iran tidak akan membuka Selat Hormuz maupun kembali berunding sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Meski demikian, ia menyatakan negaranya tidak sepenuhnya menutup pintu diplomasi.
"Kita tidak akan kembali ke diplomasi masa lalu, tetapi kita juga tidak sepenuhnya meninggalkan diplomasi," kata Rezaei dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ISNA.
Ia juga menegaskan Iran tidak lagi menginginkan kesepakatan yang hanya bergantung pada komitmen politik tanpa jaminan konkret.
Rezaei menyebut deeskalasi sebagai pilihan Iran. Namun, ia memperingatkan kemampuan militer negaranya akan semakin kuat apabila Amerika Serikat terus memperpanjang perang, meskipun kondisi tersebut bukan yang diinginkan Teheran.
Iran bahkan mengancam akan menggunakan kemampuan baru untuk menyerang aset-aset AS di kawasan, termasuk kabel dan fasilitas kecerdasan buatan (AI), jika konflik berlanjut.
Di sisi lain, Rezaei mengakui blokade berkepanjangan juga akan memberikan dampak buruk bagi Iran. Ia menilai pihak yang menganggap negaranya tidak akan terkena dampak blokade bersikap tidak realistis.
Rezaei turut mengklaim Iran telah "menargetkan lima kapal milik penyelundup setiap malam selama dua hingga tiga bulan terakhir," sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat sejak perang terhadap Teheran pecah pada 28 Februari. Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Konflik itu menyebabkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tertutup secara efektif. Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia.
Sebelumnya, AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni sebagai langkah menuju kesepakatan perdamaian. Namun, proses tersebut gagal setelah kedua pihak berselisih mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz.
Baca Juga: Terbongkar! Netanyahu Ngotot ke Trump Minta AS Hancurkan Iran Sekali Lagi
Berikut tujuh syarat yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat:
- Mencabut sanksi AS terhadap Iran yang dijatuhkan setelah nota kesepahaman (MoU) Islamabad gagal pada Juli.
- Mengurangi kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
- Mengaktifkan kembali pengecualian impor minyak yang diberikan pada Juni sebagai bagian dari MoU.
- Membebaskan dana Iran yang dibekukan, termasuk aset yang disimpan di Qatar.
- Mengakui secara resmi rute pelayaran baru di Selat Hormuz yang ditetapkan Iran dan Oman, sekaligus menutup seluruh rute lainnya.
- Mengakhiri perang di seluruh front, terutama serangan Israel terhadap Lebanon.
- Menghentikan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: