Kredit Foto: Istimewa
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika menyoroti kabar dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang disebut melibatkan sejumlah mantan petinggi Polri.
Ia menyebut situasi tersebut sebagai “perang sadapan” dan menilai ada indikasi keretakan di antara pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam satu lingkaran kekuasaan.
Pernyataan Gede Pasek muncul setelah beredar informasi mengenai sejumlah mantan pejabat tinggi Polri yang dikabarkan diamankan dalam operasi pengamanan internal. Mereka disebut-sebut terkait dugaan percobaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Melalui pernyataannya, Gede Pasek membandingkan situasi tersebut dengan istilah “perang kokopan”. Ia juga menyinggung kemungkinan terjadinya konflik terbuka serta mempertanyakan posisi masyarakat di tengah dinamika tersebut.
“Bukan perang kokopan tetapi perang sadapan... pecah kongsi menuju perang terbuka.... Di sisi lain, pajak terus memburu rakyat. Di mana posisi rakyat? Menonton atau terbelah ikut masuk gelanggang?” kata Gede Pasek.
Kabar Sejumlah Eks Petinggi Polri Diamankan
Sebelumnya, beredar kabar mengenai sejumlah perwira tinggi Polri yang disebut sempat diamankan dalam operasi pengamanan internal. Operasi tersebut dikabarkan melibatkan satuan khusus Brimob.
Sejumlah perwira berpangkat jenderal bintang tiga hingga seorang jenderal bintang empat disebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Dalam perkembangan yang beredar, jenderal bintang empat tersebut dikabarkan telah dilepaskan. Sementara itu, sejumlah jenderal bintang tiga disebut masih menjalani pemeriksaan.
Namun, informasi tersebut belum disertai keterangan resmi yang menjelaskan identitas lengkap para perwira, alasan pemeriksaan, maupun dugaan pelanggaran yang menjadi dasar tindakan internal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: