Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kelas Menengah Masih Suka Healing, Asuransi Perjalanan Zurich Tumbuh 10%

        Kelas Menengah Masih Suka Healing, Asuransi Perjalanan Zurich Tumbuh 10% Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan lini asuransi perjalanan tumbuh 10% secara tahunan (yoy) hingga September 2026. Hal itu terjadi saat kondisi ekonomi masih menantang.

        Country Manager dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara menekankan bahwa kalangan menengah masih menjadi segmen potensial karena kebutuhan rekreasi tetap ada meskipun kondisi ekonomi belum mudah.

        "Prospek Indonesia tetap dengan populasi kelas menengah. Keadaan ekonomi memang sulit. Namun, keadaannya tetap perlu healing atau bepergian tipis-tipis, tak perlu jauh-jauh sehingga butuh travel insurance," ujar Edhi dalam acara Konferensi Pers 35 Tahun Zurich Indonesia di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

        Sejalan dengan peluang itu, Zurich juga mengembangkan layanan produk asuransi perjalanan seperti inovasi fitur flight delay yang membuat nasabah bisa memperoleh voucher untuk mengakses fasilitas lounge di sejumlah bandara tertentu saat mengalami keterlambatan penerbangan.

        Menurut Edhi, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan manfaat yang diterima nasabah. 

        "Intinya, kami selalu ingin meningkatkan proposition, termasuk layanan-layanan yang lebih baik untuk customer kami," tuturnya.

        Selain keterlambatan penerbangan, Zurich menyoroti risiko perjalanan lain yang dapat muncul tanpa diduga seperti misalnya erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan sejumlah penerbangan ditunda akibat abu vulkanik.

        Baca Juga: Literasi Asuransi RI Anjlok ke 42,84%, Masyarakat Makin Paham atau Sekadar Beli?

        Baca Juga: MSCI Ancam Status Pasar Saham RI, AAUI Ungkap Asuransi Umum Mulai Hitung Ulang Investasi

        Pada momen itu, penumpang yang memiliki asuransi perjalanan Zurich disebut memperoleh perlindungan atas kejadian tersebut.

        "Itu kegunaan asuransi, tidak pernah tahu ada pesawat tidak boleh terbang kalau ada debu vulkanik. Namun, ternyata mereka ada perlindungan dari asuransi. Itu contoh asuransi menjadi relevan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari," katanya.

        Meski mencatat pertumbuhan 10% hingga September 2026, Edhi menilai prospek bisnis asuransi perjalanan ke depannya tetap berkaitan dengan aktivitas perjalanan masyarakat. Terlebih, momentum liburan akhir tahun juga akan mendorong kinerja lini tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk bepergian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: