Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Zurich: 88% Pekerja Tangguh Berkinerja Baik, Kelompok Rentan Hanya 44%

        Zurich: 88% Pekerja Tangguh Berkinerja Baik, Kelompok Rentan Hanya 44% Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk melaporkan hasil studinya soal ketahanan tenaga kerja (workforce resilience) yang berkaitan erat dengan kinerja karyawan. Tercatat, 88% pekerja dengan tingkat ketahanan tertinggi melaporkan kinerja baik atau sangat baik, perbandingannya hampir dua kali lipat dibandingkan pekerja dengan tingkat ketahanan terendah yang hanya mencapai 44%.

        Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan perusahaan kini menghadapi tantangan untuk menjaga kesehatan, keterlibatan, dan produktivitas tenaga kerja di tengah risiko bisnis yang semakin kompleks.

        “Selama 35 tahun hadir di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan perlindungan terus berkembang. Saat ini, perusahaan tidak hanya menghadapi risiko bisnis yang semakin kompleks, tetapi juga tantangan untuk menjaga kesehatan, keterlibatan, dan produktivitas tenaga kerja. Karena itu, membangun workforce resilience bukan lagi sekadar inisiatif sumber daya manusia, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang,” ujar Edhi dalam acara Konferensi Pers 35 Tahun Zurich Indonesia di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

        Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa studi tersebut mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkaitan dengan ketahanan pekerja, mulai dari kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial, keamanan finansial, hingga kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital.

        Pada momen yang sama, Jan-Emmanuel De Neve dari Saïd Business School University of Oxford yang mengembangkan riset bersama Zurich menegaskan bahwa kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja saling berkaitan.

        “Selama ini produktivitas sering dipandang sebagai hasil dari keterampilan, pengalaman, atau insentif. Namun, data kami menunjukkan bahwa pekerja yang lebih resilien cenderung memiliki kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

        Sayangnya, kata CEO dan Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta, kesehatan mental masih menjadi tantangan. Tercatat, konsultasi terkait gangguan kecemasan (anxiety) di platform Halodoc pada semester I-2026 meningkat 47,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: